KPK Geledah 3 Lokasi Terkait Kasus Politikus PDIP
Rabu, 22 April 2015 - 21:58 WIB
KPK Geledah 3 Lokasi Terkait Kasus Politikus PDIP
A
A
A
JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeladahan di tiga tempat berbeda pada Selasa 21 April 2015.
Penggeledahan ini terkait perkara dugaan suap terkait izin PT Mitra Maju Sukses (MMS) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Di mana dalam perkara ini KPK menangkap tangan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adriansyah di sebuah hotel di kawasan Bali, beberapa waktu lalu.
"Yang pertama itu di dinas pertambangan Kalimatan Selatan. Yang kedua di kantor Bupati Tanah Laut. Yang ketiga di rumah dinas Bupati," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/4/2015).
Priharsa mengungkapkan, dari penggeledahan itu mereka menyita dokumen-dokumen yang dapat didalami terkait perizinan yang ada hubungannya dengan perusahaan MMS.
"Enggak ada (uang). (Dokumen dalam bentuk) hardcopy," terangnya.
Dia menyampaikan, tiga tempat ini digeledah lantaran penyidik menduga ada informasi-informasi yang berkaitan untuk pengembangan dan pendalaman penyidikan perkara itu.
Lalu, kenapa rumah bupati ikut digeledah? "Lokasi sih enggak selalu berkaitan langsung dengan pemilik. Kalau berdasarkan setelah diteliti dokumen-dokumen, kalau ada hal yang perlu dikonfirmasi tentu akan dipanggil," pungkasnya.
Penggeledahan ini terkait perkara dugaan suap terkait izin PT Mitra Maju Sukses (MMS) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Di mana dalam perkara ini KPK menangkap tangan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adriansyah di sebuah hotel di kawasan Bali, beberapa waktu lalu.
"Yang pertama itu di dinas pertambangan Kalimatan Selatan. Yang kedua di kantor Bupati Tanah Laut. Yang ketiga di rumah dinas Bupati," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/4/2015).
Priharsa mengungkapkan, dari penggeledahan itu mereka menyita dokumen-dokumen yang dapat didalami terkait perizinan yang ada hubungannya dengan perusahaan MMS.
"Enggak ada (uang). (Dokumen dalam bentuk) hardcopy," terangnya.
Dia menyampaikan, tiga tempat ini digeledah lantaran penyidik menduga ada informasi-informasi yang berkaitan untuk pengembangan dan pendalaman penyidikan perkara itu.
Lalu, kenapa rumah bupati ikut digeledah? "Lokasi sih enggak selalu berkaitan langsung dengan pemilik. Kalau berdasarkan setelah diteliti dokumen-dokumen, kalau ada hal yang perlu dikonfirmasi tentu akan dipanggil," pungkasnya.
(maf)