Ahok Sudah Menduga Lokalisasi Ditentang

Rabu, 22 April 2015 - 11:59 WIB
Ahok Sudah Menduga Lokalisasi...
Ahok Sudah Menduga Lokalisasi Ditentang
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah menduga dirinya mendapat pertentangan dengan ada wacana lokalisasi prostitusi sebagai solusi penyebaran prostitusi di indekos maupun tempat lainnya.

Pertentangan keras tentu datang dari DPRD DKI. ”Kita enggak berani solusi karena harus izin DPRD,” ujar Ahok di Balai Kota kemarin. Menurut mantan bupati Belitung Timur itu, korupsi dengan prostitusi sama dosanya, jadi tidak ada orang yang bersih di dunia ini. ”Maksud saya, kalau kotoran mau ditempatin di toilet yang bersih dan wangi, kan toiletnya dibungkus yang keren dan bisa diawasi.

Itu konsep lokalisasi sebetulnya,” katanya. DPRD DKI menilai rencana Ahok untuk merelokasi prostitusi dan minuman beralkohol sangat keliru. Menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana, sebagai regulator seharusnya Ahok menghilangkan lokasi-lokasi yang meresahkan masyarakat.

”Wacana Ahok, saya rasa keliru. Sebagai pemerintah seharusnya dia menghilangkan tempat-tempat maksiat, bukan malah membuat khusus,” ucap Sani panggilan akrab Triwisaksana. Seharusnya Ahok mencontoh kebijakan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam memberantas prostitusi.

Dengan demikian, masyarakat tidak khawatir dalam berkehidupan di masyarakat. Menurut politikus PKS itu, untuk meminimalisasi prostitusi di wilayah Jakarta, Ahok dapat membuat kebijakan tegas dalam pengawasan.

Ribuan pegawai negeri sipil (PNS) dan masyarakat Ibu Kota harus diberdayakan untuk mengawasi pergaulan bebas, narkoba, miras, ataupun jenis maksiat lainnya. ”Menurut saya, penyalahgunaan kos-kosan seperti yang terjadi di Tebet sudah seharusnya diawasi. Buat apa Pak Ahok punya ribuan Satpol PP, lurah, RT, dan RW kalau tidak kerja,” ungkapnya.

Kemarin aparat Kecamatan Tebet menggelar inspeksi mendadak (sidak) kos-kosan di Jalan Tebet Utara I, Tebet Timur, Jakarta Selatan. Camat Tebet Mahludin mengatakan, sesuai instruksi Wali Kota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor untuk mendata dan mengetahui izin kos-kosan dan sistem penerimaan penyewa, pihaknya bersama Danramil, polisi, serta institusi terkait lainnya menelusuri keberadaan indekos tersebut.

”Itu untuk memperkecil ruang gerak seperti peredaran narkoba atau paham ISIS, termasuk mengantisipasi kamar kos disalahgunakan seperti kasus Deudeuh Alfisahrin,” sebut Mahludin. Selain sidak di Jalan Tebet Utara I, pihak kecamatan juga akan sidak di lima kelurahan lain di Kecamatan Tebet antara lain Manggarai,

Manggarai Selatan, Tebet Barat, Menteng Dalam, dan Bukit Duri agar tercipta lingkungan kondusif. ”Saya akan berkoordinasi dengan unit terkait yakni polsek dan koramil. Kami secara gabungan akan melakukan patroli ke daerah-daerah yang dianggap rawan,” katanya.

Pengawasan Indekos Sulit

Mengawasi kos-kosan yang dijadikan prostitusi terselubung harus melibatkan pemilik indekos. Tanpa campur tangan si pemilik, mustahil praktik esek-esek bisa terbongkar. Seperti yang terjadi pada kasus kematian Deudeuh alias Tata Chubby, 26, di mana pemilik indekos tidak mengetahui apa yang dilakukan penghuni koskosan.

Berdasarkan pantauan KORAN SINDO, sejumlah rumah indekos di Jakarta Barat banyak yang tidak diawasi intens oleh para pemiliknya, salah satunya di Kecamatan Palmerah. Banyak perguruan tinggi swasta atau universitas di kawasan itu membuat indekos menjamur.

Kebanyakan para pemilik di sini enggan terlibat aktif terhadap pengawasan kosannya sehingga indekos yang kebanyakan dihuni para mahasiswa dan pekerja ini tampak sangat bebas. Camat Palmerah Zery Ronazy mengungkapkan, dibandingkan wilayah lain di Jakarta Barat, Palmerah merupakan wilayah yang paling banyak indekos dan rumah kontrakan.

Ada ribuan bangunan indekos di Palmerah. Tak menutup kemungkinan banyak di antaranya yang tak memiliki izin. ”Soal jumlah rincinya, kami masih data dan belum dapat angka pastinya,” katanya. Dia tak memungkiri dari sekian banyak rumah indekos, beberapa di antaranya ada praktik prostitusi terselubung.

”Kalau memang ada, tentu pastinya kami akan tindak tegas dengan melakukan pembekuan. Mungkin secepatnya setelah data didapat, kami dari kecamatan akan menggelar sidak,” ungkapnya.

Bima setiyadi/ yan yusuf
(bbg)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Berkas Roy Suryo Cs...
Berkas Roy Suryo Cs P21, Polda Metro Diminta Segera Lakukan Pelimpahan Tahap Dua
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Infografis
3 Fakta Hubungan Amerika...
3 Fakta Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Sudah Memburuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved