Dualisme Parpol Hambat PKPU Pilkada

Rabu, 22 April 2015 - 11:56 WIB
Dualisme Parpol Hambat...
Dualisme Parpol Hambat PKPU Pilkada
A A A
JAKARTA - Dualisme dan perpecahan yang terjadi dalam tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar menjadi salah satu kendala penyelesaian Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang Pilkada yang tengah dibahas di Komisi II dengan KPU dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Wakil Ketua Komisi II DPR Muhammad Riza Patria mengatakan, dari sepuluh PKPU yang dibahas sejak awal April 2015, baru tujuh PKPU yang berhasil diselesaikan. Sedangkan tiga PKPU belum terselesaikan pembahasan. Salah satunya tentang pencalonan yang mengatur keabsahan parpol yang berhak mendaftarkan calon kepala daerah.

”Yang belum PKPU tentang pemungutan suara, rekapitulasi hasil, dan pencalonan. Malam ini (tadi malam) kita targetkan dua selesai. Satu lagi soal keabsahan parpol, ini masih jadi pembahasan krusial,” tandas Riza di Jakarta kemarin. Mengenai hal lain, Riza menyatakan, semua sudah disepakati, termasuk aturan pembatasan dalam kampanye. Peraturan dana kampanye juga sudah diselesaikan.

Dalam aturan nanti akan dibatasi besaran dana kampanye. ”Dibuat satu formula batasan besaran biaya kampanye yang disesuaikan dengan jumlah kecamatan, pemilih, dan TPS. Ada satuan dan volume yang akan diatur,” terang Riza. Mekanisme kampanye juga sudah diselesaikan. Prinsipnya, lanjut politikus Partai Gerindra ini, KPU harus menyederhanakan kampanye, termasuk kampanye terbuka.

DPR meyakini kampanye terbuka rawan menimbulkan konflik. Karena itu, kampanye diarahkan menjadi dialogis antara calon dan pemilih. ”Meski tidak ada pelarangan, ada pembatasan. Maksimal 2.000 peserta untuk pilkada tingkat provinsi dan 1.000 untuk tingkat kabupaten/kota,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarul Zaman.

Menurut dia, PKPU masih terkendala pada keabsahan parpol sebab parpol peserta pemilu harus diikutsertakan dalam pilkada. Yang menjadi persoalan, menentukan pengurus yang sah dari kedua parpol yang tengah berkonflik tersebut. Masalah lain dalam PKPU sudah dibereskan. Misalnya soal tahapan, program, dan tata kerja KPU. ”Tinggal bagaimana KPU sekarang membentuk PPS dan PPK yang berkualitas.

Begitu juga dengan pengawasannya karena ini pilkada serentak dan tidak bisa dianggap enteng,” sebutnya. Apalagi, lanjutnya, re-kapitulasi hasil pilkada dari tempat pemungutan suara (TPS) tidak ke panitia pemungutan suara (PPS), melainkan langsung dikirim ke PPK. ”Ini harus dikawal, dipersiapkan juga parpol, calon, dan saksinya,” sebutnya.

Karena masalah keabsahan parpol masih menunggu putusan inkracht, KPU sekarang mengerjakan PKPU yang dapat diselesaikan dulu. Termasuk berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), BPK, dan bahkan KPK.

Kiswondari
(bbg)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Infografis
Pramono Izin Maju Pilkada...
Pramono Izin Maju Pilkada Jakarta, Jokowi Tertawa Terbahak-bahak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved