Lindsey Graham Tertarik Duduki Gedung Putih

Selasa, 21 April 2015 - 10:31 WIB
Lindsey Graham Tertarik...
Lindsey Graham Tertarik Duduki Gedung Putih
A A A
SOUTH CAROLINA - Senator senior Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham optimistis bisa ikut bersaing dalam pemilihan presiden 2016. ”Sebesar 91% ada kesempatan untuk mencalonkan diri sebagai presiden,” ujarnya, dilansirReuters.

”Jika saya bisa mengumpulkan dana, saya akan maju (sebagai calon presiden),” katanya. Dia mengklaim memiliki banyak hal positif yang bisa ditawarkan sebagai seorang presiden, termasuk dalam kebijakan luar negeri. ”Saya punya sesuatu untuk ditawarkan kepada pihak di Washington,” tambahnya.

Kendati sudah memberikan sinyal kuat untuk ikut bersaing memperebutkan tiket kandidat presiden AS dari Partai Republik, Graham mengatakan dirinya baru akan membuat keputusan pasti pada Mei mendatang. Jajak pendapat di South Carolina menunjukkan Graham masih berada di belakang tiga nama lain dari Partai Republik yakni Scott Walker, Jeb Bush, dan Ted Cruz di negara bagian tempat pemilihnya.

Jajak pendapat juga menunjukkan 55% pemilih di South Carolina tidak akan memilih Graham sebagai presiden. Kendati begitu, Graham mengaku tidak khawatir. ”Jika nama saya tercantum dalam surat suara (diusung sebagai capres), saya akan menang di South Carolina,” ungkapnya.

Sebelumnya mantan menteri luar negeri AS Hillary Clinton sudah menyatakan akan kembali bertarung memperebutkan tiket sebagai calon presiden dari Partai Demokrat. Graham terkenal dengan kebijakannya seperti kenaikan pajak dan perubahan iklim. Dia sangat percaya bahwa perubahan iklim adalah nyata. Inilah yang banyak ditentang pemilih Republik. Namun, inilah karakteristik senator senior dari Carolina ini.

”Saya ingin membersihkan udara dan air,” ucapnya. Lindsey Graham Olin menjabat sebagai senator dari South Carolina sejak 2003. Pejabat kelahiran 9 Juli 1955 ini dikenal karena kesediaannya untuk menjadi bipartisan dan bekerja dengan Demokrat pada isu-isu seperti perubahan iklim, reformasi pajak, dan reformasi imigrasi. Graham juga aktif mengkritik gerakan Tea Party dengan alasan agar Partai Republik lebih inklusif.

Ananda Nararya
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Infografis
5 Makanan Pengganti...
5 Makanan Pengganti Nasi Putih untuk Menurunkan Berat Badan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved