Zulkifli Temui Jokowi, Sinyal PAN Merapat ke Pemerintah?
Senin, 20 April 2015 - 15:16 WIB
Zulkifli Temui Jokowi, Sinyal PAN Merapat ke Pemerintah?
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengundang Presiden Joko Widodo menghadiri acara pelantikan pengurus DPP PAN dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN 6 Mei mendatang,
Undangan itu disampaikan Zulkifli dengan menemui Jokowi di Istana Negara, Jakarta. Alhasil, kehadiran Zulkifli ke Istana menimbulkan spekulasi termasuk kemungkinan PAN merapat atau bergabung ke pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.
Kendati demikian Zulkifli tidak ingin membantah spekulasi tersebut. "Teman-teman kalau rapat kan sudah rapat terus," kata Zulkifli saat ditanya wartawan mengenai kemungkinan PAN akan merapat ke koalisi pendukung pemerintah, di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (20/4/2015).
PAN termasuk anggota Koalisi Merah Putih (KMP) pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa saat Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 lalu.
Zulkifli menekankan, koalisi partai politik (parpol) tidak boleh mengorbankan kepentingan yang lebih besar.
"Presiden itu kepala negara, presiden kita semua dan ingat bahwa silaturahmi itu penting. Jangan sampai kita mengorbankan lebih besar gara-gara KMP-KIH (Koalisi Indonesia Hebat) itu tidak boleh begitu," tutur Zulkifli.
Undangan itu disampaikan Zulkifli dengan menemui Jokowi di Istana Negara, Jakarta. Alhasil, kehadiran Zulkifli ke Istana menimbulkan spekulasi termasuk kemungkinan PAN merapat atau bergabung ke pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.
Kendati demikian Zulkifli tidak ingin membantah spekulasi tersebut. "Teman-teman kalau rapat kan sudah rapat terus," kata Zulkifli saat ditanya wartawan mengenai kemungkinan PAN akan merapat ke koalisi pendukung pemerintah, di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (20/4/2015).
PAN termasuk anggota Koalisi Merah Putih (KMP) pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa saat Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 lalu.
Zulkifli menekankan, koalisi partai politik (parpol) tidak boleh mengorbankan kepentingan yang lebih besar.
"Presiden itu kepala negara, presiden kita semua dan ingat bahwa silaturahmi itu penting. Jangan sampai kita mengorbankan lebih besar gara-gara KMP-KIH (Koalisi Indonesia Hebat) itu tidak boleh begitu," tutur Zulkifli.
(dam)