Enam Bulan Memimpin, Jokowi-JK Dinilai Tidak Kompak

Minggu, 19 April 2015 - 19:17 WIB
Enam Bulan Memimpin,...
Enam Bulan Memimpin, Jokowi-JK Dinilai Tidak Kompak
A A A
JAKARTA - Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla sudah berjalan hampir enam bulan. Dalam perjalanannya, keduanya dianggap tidak kompak dalam memimpin negara.

Ada beberapa kebijakan yang menunjukkan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) seperti tidak saling mengisi.

Menurut pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, seharusnya JK bisa melengkapi Jokowi, terutama dalam berkomunikasi dengan para menteri.

‎"Pak JK yang digadang mampu (mendampingi Jokowi) malah terkesan tak saling mengisi, tak saling melengkapi Jokowi.‎ Hal ini menjadikan pemerintah baru kurang terukur, (terkait) kenaikan BBM, gas," ujar tutur Zuhro dalam diskusi bertema Evaluasi Enam Bulan Pemerintahan Jokowi di Sekretariat Perhimpunan Gerakan Keadilan di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2015).

Selama pemerintahan Jokowi-JK, harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami naik turun, kemudian harga beras juga sempat melonjak. Bahkan Jokowi sempat mengakui dirinya tidak mendapatkan laporan mengenai harga beras. (Baca: Jokowi Sindir Menterinya terkait Harga Beras)

Kontroversi tentang kebijakan pemerintah juga muncul dalam polemik pemberian uang muka untuk membeli mobil pejabat. Jokowi juga mengaku tidak mengetahui secara detail tentang kebijakan itu. (Baca: Jokowi Tak Tahu Uang Muka Mobil Pejabat Naik)

Dia mengharapkan Jokowi mengambil sikap tegas dalam memimpin pemerintahan. Adapun caranya dengan senantiasa berpihak kepentingan rakyat. Jangan justru membuat kebijakan yang membuat masyarakat menjadi bingung.

"Ini semua menunjukan kontroversi yang membuat rakyat makin susah. Masyarakat menjadi gundah gulana. Rakyat harus kembali diberikan kepercayaan bahwa Jokowi mampu membangun Indonesia," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Lantik...
Presiden Jokowi Lantik 4 Pejabat Negara
Isu Reshuffle Kian Santer,...
Isu Reshuffle Kian Santer, Nama-nama Ini Bakal Masuk Kabinet?
Kecewa Kinerja Menterinya,...
Kecewa Kinerja Menterinya, Resuffle Jadi Pilihan Dilematis Jokowi
Ucapan Jokowi Dinilai...
Ucapan Jokowi Dinilai Keras, Seolah Berkata 'Yang Enggak Beres, Ganti'
Ketegasan Jokowi Dibutuhkan...
Ketegasan Jokowi Dibutuhkan untuk Reshuffle Tanpa Gangguan Parpol
Analis Politik ke Jokowi:...
Analis Politik ke Jokowi: Tak Cukup Menegur, jika Perlu Reshuffle Menteri
Berita Terkini
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved