Polri Terus Dalami Terkait Soal UN Bocor
Kamis, 16 April 2015 - 00:59 WIB
Polri Terus Dalami Terkait Soal UN Bocor
A
A
A
JAKARTA - Bareskrim Mabes Polri telah menyelidiki kasus dugaan bocornya soal-soal Ujian Nasional (UN) 2015 di laman situs mesin pencari Google.
Ikhwal penyelidikan dilakukan setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan melaporkan hal tersebut.
Menurut Kabareskrim, Komjen Pol Budi Waseso, pihaknya tengah giat melakukan penyelidikan kasus itu. Dia tak menampik timnya melakukan penggeledahan di sejumlah perusahaan percetakan yang tak disebutkan lokasinya.
"Kami sudah terima laporannya dan sudah menelusuri di mana ada kecurigaan ya kami geledah. Kami harus cepat mencari alat bukti. Ada beberapa tempat yang kami curigai. Adalah tempatnya, yang pasti di Jakarta," ujar Budi di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu 15 April 2015.
Budi menyatakan, buat menelusuri kasus itu, pihaknya sudah menunjuk tim cyber crime untuk melacak pengunggah soal UN ilegal tersebut yang muncul di Google. Dia menduga ada pihak percetakan yang terlibat dalam hal ini.
"Kemungkinan melibatkan oknum percetakan. Tapi belum bisa kami pastikan. Berdasarkan hasil penelusuran, itu dilakukan oleh percetakan negara karena itu tidak dilakukan oleh percetakan swasta," ungkapnya.
Dia menambahkan, kasus itu masih dalam tahap pengembangan dan belum ditemukan bukti kuat buat menjerat seseorang sebagai tersangka.
"Dari informasi itu kita langsung bekerja menelusuri. Sekarang masih diikuti tim, nanti kalau sudah bulat, kami beritahu," pungkasnya.
Seperti diketahui, Kemendikbud berhasil menemukan soal UN 2015 ilegal pada sebuah akun Google Drive. Soal UN 2015 ilegal itu ditemukan pada Senin 13 April 2015 siang, pada saat UN masih berlangsung.
Ikhwal penyelidikan dilakukan setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan melaporkan hal tersebut.
Menurut Kabareskrim, Komjen Pol Budi Waseso, pihaknya tengah giat melakukan penyelidikan kasus itu. Dia tak menampik timnya melakukan penggeledahan di sejumlah perusahaan percetakan yang tak disebutkan lokasinya.
"Kami sudah terima laporannya dan sudah menelusuri di mana ada kecurigaan ya kami geledah. Kami harus cepat mencari alat bukti. Ada beberapa tempat yang kami curigai. Adalah tempatnya, yang pasti di Jakarta," ujar Budi di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu 15 April 2015.
Budi menyatakan, buat menelusuri kasus itu, pihaknya sudah menunjuk tim cyber crime untuk melacak pengunggah soal UN ilegal tersebut yang muncul di Google. Dia menduga ada pihak percetakan yang terlibat dalam hal ini.
"Kemungkinan melibatkan oknum percetakan. Tapi belum bisa kami pastikan. Berdasarkan hasil penelusuran, itu dilakukan oleh percetakan negara karena itu tidak dilakukan oleh percetakan swasta," ungkapnya.
Dia menambahkan, kasus itu masih dalam tahap pengembangan dan belum ditemukan bukti kuat buat menjerat seseorang sebagai tersangka.
"Dari informasi itu kita langsung bekerja menelusuri. Sekarang masih diikuti tim, nanti kalau sudah bulat, kami beritahu," pungkasnya.
Seperti diketahui, Kemendikbud berhasil menemukan soal UN 2015 ilegal pada sebuah akun Google Drive. Soal UN 2015 ilegal itu ditemukan pada Senin 13 April 2015 siang, pada saat UN masih berlangsung.
(maf)