Anggaran Pewangi Ruangan Rp2,3 M Bukan Urusan DPR
Selasa, 14 April 2015 - 17:34 WIB
Anggaran Pewangi Ruangan Rp2,3 M Bukan Urusan DPR
A
A
A
JAKARTA - Dalam situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), DPR mencantumkan jumlah anggaran untuk pewangi ruangan sebesar Rp2.302.280.000.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku tidak mengetahui adanya anggaran pewangi ruangan tersebut. Menurutnya, itu tidak ada hubungannya dengan anggota DPR.
"Menurut saya ada kesalahan cara memandang, jadi anggota DPR itu tidak ada hubungannya dengan belanja gedung, itu agak jauh. Jadi itu bukan konsen anggota DPR dan pimpinan," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2015).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, anggota dan pimpinan DPR bukan kuasa pengguna anggaran. Maka menurutnya, keliru jika hal tersebut ditanyakan kepada dirinya lantaran hal itu murni dengan biaya pemeliharaan yang domainnya ada pada birokrasi DPR.
"Tentu kita enggak tahu, tolong jangan dinisbatkan ke anggota karena nanti Anda mengulang masalah yang sama memandang DPR dengan cara yang salah. Enggak ngurus, masa saya ngurus makan rusa, terus pengharum ruangan, enggak ada urusannya sama kita, sudah ada petugasnya," jelas Fahri.
Menurutnya, hal tersebut lebih tepat ditanyakan pada Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Winantuningtyastiti yang telah menandatangani dokumen yang dipublikasikan sejak Maret 2015 itu.
"Nanti Sekjen yang beri keterangan, tapi tolong jangan DPR sebagai anggota lembaga. Karena enggak ada urusan sama kita. Karena kita juga enggak tahu gimana anggaran itu. Perlu diketahui kita enggak pegang anggaran itu sepeserpun," tuturnya.
Selain anggaran pewangi ruangan, terdapat pula anggaran pemeliharan, perawatan medis dan pemberian makan rusa sebesar Rp650 juta.
Kemudian, anggaran pemeliharan kompleks Rumah Jabatan Anggota (RJA) Kalibata, Jakarta Selatan sebesar Rp32.150.146.000 dan mata anggaran yang sama di RJA Ulujami Rp4.162.944.000.
Terakhir adalah anggaran pengadaan personal computer (PC) lengkap untuk kerja anggota DPR Rp12.320.000.000 dan Pengadaan PC lengkap buat kerja Setjen DPR Rp5.025.000.000.
Hingga berita ini diturunkan, Setjen DPR Winantuningtyastiti belum dapat ditemui ataupun dihubungi untuk mengklarifikasi anggaran tersebut.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku tidak mengetahui adanya anggaran pewangi ruangan tersebut. Menurutnya, itu tidak ada hubungannya dengan anggota DPR.
"Menurut saya ada kesalahan cara memandang, jadi anggota DPR itu tidak ada hubungannya dengan belanja gedung, itu agak jauh. Jadi itu bukan konsen anggota DPR dan pimpinan," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2015).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, anggota dan pimpinan DPR bukan kuasa pengguna anggaran. Maka menurutnya, keliru jika hal tersebut ditanyakan kepada dirinya lantaran hal itu murni dengan biaya pemeliharaan yang domainnya ada pada birokrasi DPR.
"Tentu kita enggak tahu, tolong jangan dinisbatkan ke anggota karena nanti Anda mengulang masalah yang sama memandang DPR dengan cara yang salah. Enggak ngurus, masa saya ngurus makan rusa, terus pengharum ruangan, enggak ada urusannya sama kita, sudah ada petugasnya," jelas Fahri.
Menurutnya, hal tersebut lebih tepat ditanyakan pada Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Winantuningtyastiti yang telah menandatangani dokumen yang dipublikasikan sejak Maret 2015 itu.
"Nanti Sekjen yang beri keterangan, tapi tolong jangan DPR sebagai anggota lembaga. Karena enggak ada urusan sama kita. Karena kita juga enggak tahu gimana anggaran itu. Perlu diketahui kita enggak pegang anggaran itu sepeserpun," tuturnya.
Selain anggaran pewangi ruangan, terdapat pula anggaran pemeliharan, perawatan medis dan pemberian makan rusa sebesar Rp650 juta.
Kemudian, anggaran pemeliharan kompleks Rumah Jabatan Anggota (RJA) Kalibata, Jakarta Selatan sebesar Rp32.150.146.000 dan mata anggaran yang sama di RJA Ulujami Rp4.162.944.000.
Terakhir adalah anggaran pengadaan personal computer (PC) lengkap untuk kerja anggota DPR Rp12.320.000.000 dan Pengadaan PC lengkap buat kerja Setjen DPR Rp5.025.000.000.
Hingga berita ini diturunkan, Setjen DPR Winantuningtyastiti belum dapat ditemui ataupun dihubungi untuk mengklarifikasi anggaran tersebut.
(maf)