Korupsi Bus Transjakarta Rugikan Negara Hampir Setengah Triliun

loading...
Korupsi Bus Transjakarta Rugikan Negara Hampir Setengah Triliun
Korupsi Bus Transjakarta Rugikan Negara Hampir Setengah Triliun
A+ A-
JAKARTA - Kerugian negara akibat korupsi di proyek pengadaan bus Transjakarta hampir mencapai setengah triliun rupiah. Nilai korupsi ini dipublikasi Jaksa Penuntut Umum Kejari Jakarta Pusat saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Jaksa Penuntut Umum menyebut negara dirugikan sebesar Rp399.956.176.750 dalam pengadaan bus Transjakarta, penyuapan dan tindak pidana pencucian uang. Dugaan korupsi ini menjerat mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono dengan tiga dakwaan dan enam pasal berlapis.

Tiga dakwaan yang dikenakan kepada Udar yakni, dugaan korupsi pengadaan armada bus articulated paket I dan II tahun anggaran 2012, dan tiga paket bus single, tiga paket bus articulated, dan tiga paket bus sedang tahun anggaran 2013.

Hal tersebut tertuang dalam surat dakwaan yang dibacakan secara bergantian oleh JPU dengan komposisi Victor Antonius selaku ketua sekaligus anggota dengan anggota Agung Arifianto, Y Sigit K, dan Tasjrifin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin 13 April. Sidang Udar dipimpin Ketua Majelis Hakim Artha Theresia.



Victor Antonius menuturkan, Udar selaku Kadishub sekaligus Pengguna Anggaran pada Dishub melakukan perbuatan pidananya baik secara sendiri maupun bersama-sama dengan pihak lainnya dan merupakan gabungan beberapa perbuatan pidana.

Mereka yakni Hasbi Hasibuan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bus Transjakarta 2012, Gustti Ngurah Wirawan selaku Ketua Panitia Pengadaan 2012, Direktur PT Saptaguna Daya Prima Gunawan selaku penyedia bus Transjakarta 2012, Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Prawoto, R Drajata Adhyaksa selaku KPA merangkap PPK Dishub 2013, dan Setiyo Tuhu selaku Ketua Panitia Pengadaan 2013.

Berikutnya Direktur Utama PT Korindo Motors Chen Chong Kyeong selaku penyedia bus articulated paket I 2013, Direktur Utama PT Mobilindo Armada Cemerlang Budi Suanto selaku penyedia bus articulated paket IV 2013, dan Agus Sudiarso yang menjabat Direktur PT Ifani Dewi selaku bus articulated paket V dan bus single 2013.



JPU mendakwa Udar melakukan perbuatan melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang mengakibatkan kerugian negara. Untuk tahun anggaran 2012, negara mengalami kerugian Rp9.576.562.750.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top