Aquino Ajak AS-Jepang Amankan Maritim
Jum'at, 10 April 2015 - 10:21 WIB
Aquino Ajak AS-Jepang Amankan Maritim
A
A
A
BATAAN - Presiden Filipina Benigno Aquino menyepakati kerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dan Jepang untuk bersama-sama menghadapi tantangan baru di bidang keamanan maritim dan terorisme.
Pernyataan Aquino tersebut disampaikan kemarin di sela peringatan ”Runtuhnya Bataan” yang menandai menyerahnya pasukan Filipina dan AS atas invasi Jepang yang terjadi pada Perang Dunia II 1942. ”Apa yang kita peroleh dari Perang Dunia II? Kami selalu menekankan bahwa perang membawa kerusakan parah. Lebih dari satu juta warga Filipina tewas.
Menurut laporan, Manila menduduki posisi kedua setelah Warsawa, Polandia, dalam daftar ibu kota sekutu yang mengalami kerusakan terburuk akibat perang,” ungkapnya, dikutip AFP. Aquino juga mengatakan sekarang adalah waktu yang tepat untuk menghapus masa lalu dengan menjadi teman Jepang dan AS.
”Bayangkan, mantan musuh kita sekarang menjadi mitra kami dalam menemukan kedamaian dan kemakmuran untuk semua,” tuturnya. Menurut Aquino, Filipina, AS, dan Jepang bekerja sama untuk memulihkan ketertiban di Mindanao. Aquino berharap negara yang dipimpinnya selalu damai dan jauh dari peperangan.
Untuk mewujudkan hal itu, negaranya bahkan rela bekerja sama dengan mantan musuh serta melupakan tragedi masa lalu yang kelam. Kecintaan Aquino terhadap Filipina tidak lepas dari peran sang ayah, Benigno S Aquino Jr yang mengamanatkan dirinya agar menjadi pemimpin yang melayani rakyat dengan segenap hati dan kekuatan.
Kini Aquino membuktikan keinginan sang ayah dengan menjadi presiden Filipina ke-15 sejak 30 Juni 2010 mewakili partai politiknya, Partai Liberal Filipina.
Ananda Nararya
Pernyataan Aquino tersebut disampaikan kemarin di sela peringatan ”Runtuhnya Bataan” yang menandai menyerahnya pasukan Filipina dan AS atas invasi Jepang yang terjadi pada Perang Dunia II 1942. ”Apa yang kita peroleh dari Perang Dunia II? Kami selalu menekankan bahwa perang membawa kerusakan parah. Lebih dari satu juta warga Filipina tewas.
Menurut laporan, Manila menduduki posisi kedua setelah Warsawa, Polandia, dalam daftar ibu kota sekutu yang mengalami kerusakan terburuk akibat perang,” ungkapnya, dikutip AFP. Aquino juga mengatakan sekarang adalah waktu yang tepat untuk menghapus masa lalu dengan menjadi teman Jepang dan AS.
”Bayangkan, mantan musuh kita sekarang menjadi mitra kami dalam menemukan kedamaian dan kemakmuran untuk semua,” tuturnya. Menurut Aquino, Filipina, AS, dan Jepang bekerja sama untuk memulihkan ketertiban di Mindanao. Aquino berharap negara yang dipimpinnya selalu damai dan jauh dari peperangan.
Untuk mewujudkan hal itu, negaranya bahkan rela bekerja sama dengan mantan musuh serta melupakan tragedi masa lalu yang kelam. Kecintaan Aquino terhadap Filipina tidak lepas dari peran sang ayah, Benigno S Aquino Jr yang mengamanatkan dirinya agar menjadi pemimpin yang melayani rakyat dengan segenap hati dan kekuatan.
Kini Aquino membuktikan keinginan sang ayah dengan menjadi presiden Filipina ke-15 sejak 30 Juni 2010 mewakili partai politiknya, Partai Liberal Filipina.
Ananda Nararya
(ftr)