RI Belum Garap Potensi Ekonomi Laut

Rabu, 08 April 2015 - 11:01 WIB
RI Belum Garap Potensi...
RI Belum Garap Potensi Ekonomi Laut
A A A
JAKARTA - Potensi sumber daya ekonomi di perairan Samudera Hindia kini mulai dilirik oleh negara-negara seperti India, China, dan Australia.

Sayangnya, pemerintah Indonesia belum menjadikan wilayah perairan tersebut sebagai bagian dari kebijakan kemaritiman dan kelautan nasional. Mantan Penasihat Senior Menteri Kelautan dan Perikanan Hasjim Djalal mengatakan, kebijakan pemerintah Indonesia dalam kurun waktu 60 tahun terakhir hanya fokus menggarap mineral di daratan.

Padahal, kata Hasjim, Samudra Hindia menawarkan kekayaan alam yang luar biasa, termasuk minyak dan gas. ”Prospek (Indonesia) ada di sana,” kata dia saat dalam diskusi dengan tema ”Indonesia Pasca 60 Tahun Konferensi Asia Afrika” di Kedutaan Besar Australia, Jakarta, kemarin.

Mantan anggota Dewan Maritim Indonesia itu menjelaskan, saat ini negara-negara seperti India dan Australia sudah memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai untuk memberdayakan potensi Samudra Hindia.

Karena itu, dia mendorong pemerintah Indonesia untuk bekerja sama dengan negara-negara tersebut. ”(Pemerintah) Kita seharusnya memiliki kebijakan untuk berbagi pengetahuan mengenai Samudra Hindia,” ucap dia.

Hasjim pun menyesalkan Indonesia masih memiliki pengetahuan yang minim mengenai kelautan dan kemaritiman sehingga mengabaikan potensi Samudra Hindia. Padahal, China dan India saat ini saling berebut pengaruh atas laut seluas 73 juta kilometer persegi itu.

Akademisi asal Universitas Gadjah Mada, I Made Andi Arsana mengatakan, negaranegara lain seperti India, China, dan Australia sudah memiliki kajian mengenai potensi alam, baik sumber daya mineral maupun hayati, dalam perairan itu. Minyak mentah, gas alam, emas, timah, dan ikan tuna adalah beberapa contoh dari potensi yang terkandung dalam Samudra Hindia.

Menurut dia, Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin regional di Samudra Hindia. Saat ini, kata dia, Indonesia memegang kendali dalam Indian Ocean Rim Association (IORA) untuk kurun waktu 2015-2017 menggantikan posisi Australia.

Rahmat fiansyah
(bhr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved