Ribut Terus, Golkar Terancam Gigit Jari
Jum'at, 03 April 2015 - 22:21 WIB
Ribut Terus, Golkar Terancam Gigit Jari
A
A
A
JAKARTA - Pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2015 secara serentak kian dekat. Momentum itu terancam tidak bisa dimanfaatkan Partai Golkar secara maksimal akibat konflik internal.
"Perselisihan kepengurusan di Partai Golkar yang belum ada akhirnya, ini akan sangat merugikan Golkar sendiri khususnya dalam menghadapi pilkada pada 2015 ini," kata pengamat hukum tata negara Sinergi Masyarakat untuk Indonesia (Sigma) M Imam Nasef kepada Sindonews, Jumat (3/4/2015).
Nasef menilai, Partai Golkar akan sulit melakukan konsolidasi di daerah karena para kadernya telah terpolarisasi. Konflik horizontal antarkader berpotensi terjadi, terutama dalam penetapan calon yang akan diusung pada pilkada.
Nasef menambahkan, partai-partai lain akan berpikir ulang untuk berkoalisi dengan Golkar dalam mengusung calon.
Alasannya, mereka tidak mau terkena imbas dari perseteruan di internal Partai Golkar. Oleh karena itu, kata dia, sebaiknya Golkar menyelesaikan perselisihan secara internal.
"Apabila Golkar tidak segera mengakhiri ksiruh ini, bukan tidak mungkin Golkar akan gigit jari di perhelatan pilkada tahun ini," tuturnya.
"Perselisihan kepengurusan di Partai Golkar yang belum ada akhirnya, ini akan sangat merugikan Golkar sendiri khususnya dalam menghadapi pilkada pada 2015 ini," kata pengamat hukum tata negara Sinergi Masyarakat untuk Indonesia (Sigma) M Imam Nasef kepada Sindonews, Jumat (3/4/2015).
Nasef menilai, Partai Golkar akan sulit melakukan konsolidasi di daerah karena para kadernya telah terpolarisasi. Konflik horizontal antarkader berpotensi terjadi, terutama dalam penetapan calon yang akan diusung pada pilkada.
Nasef menambahkan, partai-partai lain akan berpikir ulang untuk berkoalisi dengan Golkar dalam mengusung calon.
Alasannya, mereka tidak mau terkena imbas dari perseteruan di internal Partai Golkar. Oleh karena itu, kata dia, sebaiknya Golkar menyelesaikan perselisihan secara internal.
"Apabila Golkar tidak segera mengakhiri ksiruh ini, bukan tidak mungkin Golkar akan gigit jari di perhelatan pilkada tahun ini," tuturnya.
(dam)