PPP Kubu Djan Faridz Minta Hak Angket Menkumham Diteruskan

Senin, 30 Maret 2015 - 17:44 WIB
PPP Kubu Djan Faridz...
PPP Kubu Djan Faridz Minta Hak Angket Menkumham Diteruskan
A A A
JAKARTA - Puluhan pengurus daerah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz mendatangi Komisi III DPR. Mereka meminta hak angket untuk Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly terus digulirkan.

Rombongan pengurus daerah PPP yang dipimpin Ketua DPP PPP Djafar Alkatiri itu diterima Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin dan politikus Partai Golkar Misbakhun di Ruang Komisi III.

Djafar mengatakan, sebagai pihak yang telah menang gugatan PTUN, kubu Djan Faridz merasa dirugikan lantaran Menkumham masih berusaha mengajukan banding atas keputusan tersebut.

"Yasonna telah melakukan kejahatan besar. Allah tahu mana yang benar dan yang salah jadi proses hak angket terus dilanjutkan karena di mana-mana menginginkan Yasonna mundur. Karena dia adalah menteri yang paling bodoh di kabinet ini," kata Djafar di Ruang Rapat Komisi III, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2015).

Berdasarkan semangat itu, lanjut Djafar, pengurus daerah PPP kubu Djan Faridz mendukung hak angket untuk Menkumham terus digulirkan. "Kami ingin Komisi III teruskan hak angket dengan sungguh-sungguh agar Yasonna Laoly jatuh. Diturunkan karena jadi terorisme besar di negeri ini," ujar Djafar.

Menanggapi permintaan pengurus daerah PPP, Misbakhun mengatakan aspirasi para pengurus daerah PPP kubu Djan akan dicatat. Dia berjanji akan meneruskan dukungan pengguliran hak angket Menkumham tersebut ke seluruh Komisi III.

"Saat ini anggota Komisi III yang lain sedang kunker ke Jawa Barat dan ke Aceh. Ini hari pertama saya di Komisi III. Apa yang menjadi aspirasi bapak-ibu akan dicatat dengan baik, akan kita perhatikan dengan baik sebagai aspirasi masyarakat," imbuhnya.
(kri)
Berita Terkait
PPP Gandeng PKS Kawal...
PPP Gandeng PKS Kawal Isu-isu Keumatan
PPP Tak Ingin Ambang...
PPP Tak Ingin Ambang Batas Parlemen Naik
DPR Kutuk Keras Pencaplokan...
DPR Kutuk Keras Pencaplokan Tepi Barat Palestina oleh Israel
PPP Usulkan Klausul...
PPP Usulkan Klausul Koperasi Syariah Masuk RUU Ciptaker
Suara PPP sejak Pemilu...
Suara PPP sejak Pemilu 1999 hingga 2019, Kini Miliki 19 Anggota DPR
Golkar Sebut Setiap...
Golkar Sebut Setiap Hari bagi Politikus Adalah Kampanye
Berita Terkini
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Penanganan Kasus Febrie...
Penanganan Kasus Febrie Momentum Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
30 Tahun Kudatuli, PDIP...
30 Tahun Kudatuli, PDIP Pentaskan Ulang Tragedi Berdarah Penyerbuan Kantor PDI
Jubir Otorita IKN Troy...
Jubir Otorita IKN Troy Pantouw Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Besok
Kapolri Cup Shooting...
Kapolri Cup Shooting Championship 2026, Ajang Perkuat Sinergitas dan Pembinaan Atlet
Infografis
NASA Minta Penduduk...
NASA Minta Penduduk Bumi Siaga 1, Kondisi Alam Semesta Tak Stabil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved