Jokowi Upayakan WNI Bebas Visa ke China

Sabtu, 28 Maret 2015 - 10:37 WIB
Jokowi Upayakan WNI...
Jokowi Upayakan WNI Bebas Visa ke China
A A A
BEIJING - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengupayakan kemudahan akses warga Indonesia ke China.

Setelah menyepakati ketentuan bebas visa dengan Jepang pada tahun lalu yang diterapkan khusus untuk visa elektronik, Jokowi kini meminta China untuk mengeluarkan kebijakan serupa. Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menapakkan kaki di China terbilang banyak. Begitu pun sebaliknya. Menurut Jokowi, Indonesia dan China berharap adanya peningkatan jumlah wisatawan antara kedua negara. Indonesia dan China menargetkan jumlah wisatawan tahun ini sebanyak 10 juta.

”Karena itu, saya meminta pemerintah Tiongkok menerapkan bebas visa bagi masyarakat Indonesia,” kata Jokowi di sela-sela kunjungan kenegaraannya di Balai Agung Rakyat, Beijing, China, Kamis (26/3). Apalagi, saat ini masyarakat China yang berkunjung ke Indonesia sudah bebas visa. Bebas visa juga bisa menjadi salah satu bentuk kerja sama bilateral antara Indonesia dan China.

Pasalnya, dengan adanya penerapan bebas visa, masyarakat Indonesia bisa lebih mudah mengunjungi Negeri Tirai Bambu. Selain itu, jika China menerapkan bebas visa, pertukaran wisatawan antarkedua negara berpotensi semakin tinggi. Dalam kunjungan kedua Jokowi ke China setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC pada November tahun lalu, Jokowi juga mengatakan hubungan Indonesia-China baik. Hal itu perlu dijaga dan ditingkatkan.

Ke depan, Indonesia- China akan bahu-membahu memberantas korupsi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Poin kunjungan Jokowi ke China ada tiga. Pertama, dorongan untuk melakukan kesepakatan transaksi swap atau membeli/ menjual valuta asing. Kedua, mendorong pencapaian target perdagangan sebesar USD150 miliar pada 2020. Dan ketiga, mendorong peningkatan wisatawan.

”Dengan target tersebut, kedua negara akan membuktikan memiliki kemitraan yang komprehensif, nyata, dan konkret,” tutur Jokowi. Presiden China Xi Jinping menyambut baik tawaran tersebut. ”Indonesia adalah kekuatan ekonomi baru yang strategis dan akan menguntungkan China,” timpal Xi.

Indonesia dan China menyepakati kerja sama di delapan bidang, yakni ekonomi, proyek pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung, maritim dan SAR, protokol persetujuan, kerangka kerja sama antariksa 2015-2020, saling dukung finansial, pencegahan pajak ganda, dan industri atau infrastruktur. Semua kerja sama itu tertera dalam nota kesepahaman bersama (MoU) yang ditandatangani kedua kepala negara dan beberapa pejabat elite terkait.

”Indonesia-China telah merancang aksi konkret dalam lima tahun ke depan,” kata Jokowi. Hari ini Jokowi dijadwalkan mengikuti Boao Forum for Asia 2015 di Provinsi Hainan.

Muh shamil
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved