ISIS Harus Dianggap Gerakan Kriminal dan Separatis

Sabtu, 28 Maret 2015 - 05:59 WIB
ISIS Harus Dianggap...
ISIS Harus Dianggap Gerakan Kriminal dan Separatis
A A A
DEPOK - Pemerintah diminta mengambil tindakan tegas terhadap para pengikut dan simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah atau Islamic State of Irak and Syiria (ISIS). Gerakan itu dianggap telah membuat resah masyarakat dan komunitas internasional.

Di Indonesia, disinyalir pengikut ISIS mencapai lebih 1.000 orang. "Harus ada tindakan tegas dan keras terhadap mereka yang bergabung dalam ISIS. Ini penting dan harus secepatnya dilakukan," kata Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Dunia Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta, Hery Sucipto, Jumat 27 Maret 2015.

Tindakan tegas yang dimaksud adalah dengan mengenakan pengikut ISIS sebagai kriminal negara atau gerakan separatis.

Menurut dia, cara tersebut memudahkan penanganan dan pencegahan ISIS. "ISIS itu bukan gerakan agama, tapi mereka gerakan kriminal, gerakan separatis. Karena itu, dapat dicabut kewarganegaraannya," kata Hery.

Dia yakin penyebutan ISIS sebagai gerakan separatis akan memunculkan simpati dan dukungan masyarakat terhadap penanganan gerakan ini. Dengan begitu penanganan gerakan ini lebih mudah dan meluas.

"ISIS ingin mendirikan negara tersendiri. Ini sudah separatis, tidak boleh ada negara dalam negara Pancasila ini. Saya yakin dukungan pembasmian terhadap separatis akan luas, dan Indonesia sudah pengalaman menumpas gerakan separatis," papar Juru Bicara Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini.

Selama ini, lanjut Hery, masyarakat mungkin biasa saja mendukung ISIS karena menganggap gerakan ideologi yang mengatasnamakan Islam.

Namun itu hanya strategi ISIS meraih simpati. "Padahal mereka gerakan kriminal dan separatisme," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Panglima Tertinggi Negara...
Panglima Tertinggi Negara Islam di Irak Jassim Al-Mazrouei Tewas Terbunuh
Terungkap, Pengantin...
Terungkap, Pengantin ISIS Shamima Begum Diselundupkan ke Suriah oleh Mata-mata Kanada
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Profil Abu al-Hassan...
Profil Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi, Pemimpin ISIS yang Meledakkan Dirinya Saat Dikepung
Profil Jassim Al Mazrouei...
Profil Jassim Al Mazrouei Jenderal Tertinggi ISIS yang Berhasil Dibunuh Tentara Irak
Mengapa ISIS Tidak Berani...
Mengapa ISIS Tidak Berani Menyerang Israel? Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved