Kawasan Mataraman Dikepung Banjir

Kamis, 26 Maret 2015 - 17:44 WIB
Kawasan Mataraman Dikepung...
Kawasan Mataraman Dikepung Banjir
A A A
MADIUN - Hujan deras yang mengguyur Madiun, Jawa Timur, dan sekitarnya sejak Selasa hingga Rabu (24-25/3) dini hari, membuat sejumlah wilayah di kawasan Mataraman itu tergenang.

Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ponorogo pun dikepung banjir. Sedangkan Ngawi, menyatakan siaga satu terhadap banjir. Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Agus Subiyanto mengungkapkan, terdapat sekitar 6.000 rumah yang terkena banjir. ”Kami masih melakukan pendataan,” kata dia, kemarin.

Ribuan rumah itu berlokasi di empat kelurahan di Kecamatan Kartoharjo, yakni Pilangbango 1.000 rumah, Rejomulyo 2.100 rumah, Kelun 600 rumah, dan Tawangrejo 2.000 rumah. Ketinggian air bervariasi, mulai setengah meter hingga satu meter. Menurut Agus, banjir di empat kelurahan itu merupakan siklus tahunan, dan tahun ini tercatat yang paling parah.

Menindaklanjuti hal itu, BPBD berinisiatif untuk mendirikan dapur umum di kantor Kecamatan Kartoharjo. Sebab, warga yang terkena dampak, dipastikan tidak dapat melakukan aktivitas. Mujianto, warga Kelurahan Tawangrejo, mengakui, banjir perdana pada tahun ini tercatat paling parah dibanding sebelumnya.

Sebab, banjir kali ini setinggi hampir satu meter. ”Hujannya semalam memang deras dan terus menerus. Jadi, tahu-tahu banjir setinggi ini,” tutur Mujianto. Akibat banjir, sejumlah sekolah harus diliburkan. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Kartoharjo Eny Yuanawati mengatakan, siswa terpaksa diliburkan karena banjir mengganggu proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.

”Siswa tadi sempat ada yang masuk, tapi diminta pulang oleh bapak ibu guru, karena kondisinya kan nggak memungkinkan seperti ini. Takutnya nanti siswa malah sakit. Jadi, oleh Dinas Pendidikan, siswa kami minta untuk belajar di rumah,” ujar Eny. Di wilayah Kabupaten Madiun, banjir melanda Desa Tempursari dan Mojorayung di Kecamatan Wungu, serta Desa Sumberjo dan Desa Banjarsari di Kecamatan Madiun.

Kepala BPBD Kabupaten Madiun Edi Harianto mengatakan, banjir yang melanda empat desa itu terjadi sejak pukul 00.30 WIB. ”Waktu kami cek, air masih menggenangi Dusun Glonggong Desa Tempursari Kecamatan Wungu dan Desa Sumberejo Kecamatan Madiun. Namun, meski dilanda banjir, sejauh ini belum ada laporan kerusakan rumah maupun sarana umum,” ungkap Edi.

Di Ponorogo, banjir melanda tiga kecamatan, yaitu Jetis, Mlarak, dan Balong. Kondisi terparah terjadi di Desa Bajang Kecamatan Balong, di mana banjir sempat melebihi satu meter. ”Ini akibat aliran sungai di dekat desa tersebut tidak lancar, perlu normalisasi. Tapi, pantauan terakhir, kondisi sudah surut meski belum habis airnya,” ujar Camat Balong Joko Waskito.

Selain banjir di ketiga wilayah itu, hujan deras yang berlangsung dua hari terakhir diperkirakan menyebabkan permukaan air di Ngawi meningkat. Dari pantauan BPBD Kabupaten Ngawi, debit air Sungai Bengawan Madiun dan Sungai Bengawan Solo yang bertemu di Kota Ngawi mengalami kenaikan.

”Permukaan Sungai Bengawan Madiun mengalami kenaikan dari enam meter menjadi tujuh meter. Sedangkan permukaan Sungai Bengawan Solo, yang merupakan induk Sungai Bengawan Madiun, mengalami kenaikan dari lima meter menjadi enam meter,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Ngawi Eko Heru Tjahjono.

Dili eyato
(bbg)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Libur Lebaran 28 Maret-1...
Libur Lebaran 28 Maret-1 April 2025, Waspadai Banjir Rob Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved