Politikus Partai NasDem Diperiksa

Kamis, 26 Maret 2015 - 17:44 WIB
Politikus Partai NasDem...
Politikus Partai NasDem Diperiksa
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan peran dan keterlibatan anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Achmad Hatari dalam kasus dugaan korupsi proyek PLTA Sungai Memberamo dan Urumuka, Provinsi Papua 2009-2010.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha menyatakan, kemarin Achmad Hatari diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut untuk tersangka Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua 2008- 2011 Jannes Johan Karubaba. Hatari diduga mengetahui atau memiliki informasi berkaitan dengan korupsi proyek DED PLTA itu. Terutama berkaitan dengan tindak pidana yang dilakukan Jannes Johan.

”Achmad Hatari juga dikonfirmasi tentang keterangan saksi dan data yang ditemukan penyidik,” kata Priharsa kepada KORAN SINDOkemarin. Dari penelusuran KORAN SINDO, Hatari pernah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Gubernur Papua 2006-2011 Barnabas Suebu (BS) pada Kamis (29/1). Kapasitasnya, pemeriksaan Hatari saat itu sebagai kepala tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Provinsi Papua.

Pria kelahiran Gurabati, Kepulauan Tidore, Maluku Utara, 2 Januari 1955 ini juga pernah menjabat Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Papua (BPKAD) kurun 2007 hingga 2013. Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella belum mau menanggapi pemeriksaan koleganya, Achmad Hatari. Beberapa kali dihubungi KORAN SINDO hingga tadi malam, status nomor ponsel anggota Komisi III DPR itu sedang dialihkan.

Dua pesan singkat yang dikirim pun tak direspons. Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi berpandangan KPK harus meminta seluruh dokumen kontrak DED PLTA Papua. Setelah itu dokumen kontrak itu diverifikasi ke harga pasar atau lapangan. Atau, KPK bisa minta bantuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit dengan cara audit investigasi untuk mencari penyimpangan proyek ini.

Sabir laluhu
(bbg)
Berita Terkait
PBH Diharapkan Memiliki...
PBH Diharapkan Memiliki Peran Lebih dalam Mengedukasi Masyarakat di Bidang Hukum
Usai Dieksekusi Cambuk,...
Usai Dieksekusi Cambuk, Terpidana Pelanggar Syariat Islam Ini Tersungkur
Buka Mubes Gakum Kosgoro...
Buka Mubes Gakum Kosgoro 57, Agung Laksono Minta Hukum Tak Hanya Tajam ke Bawah Saja
Pembukaan Kantor Hukum...
Pembukaan Kantor Hukum Samara, Barita: Komjak RI Konsisten Jalankan Pegawasan Demi Tegaknya Keadilan
Apa Saja Jenis Tata...
Apa Saja Jenis Tata Hukum yang Ada di Indonesia? Berikut Penjabarannya
Pembagian Macam-Macam...
Pembagian Macam-Macam Hukum di Indonesia
Berita Terkini
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
KPK Masih Periksa 8...
KPK Masih Periksa 8 Orang Terkait OTT Lombok Barat: Bupati, Kepala Dinas, hingga Sopir
KPK Sebut OTT Bupati...
KPK Sebut OTT Bupati Lombok Barat Naik ke Tahap Penyidikan
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Cek Ulang Validitas 63 Juta Penerima Manfaat-Insentif SPPG
Infografis
Mengundurkan Diri sebagai...
Mengundurkan Diri sebagai Pemimpin Partai Konservatif dan PM Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved