SBY Disarankan Tidak Remehkan Pasek dan Marzuki Alie
Senin, 23 Maret 2015 - 13:59 WIB
SBY Disarankan Tidak Remehkan Pasek dan Marzuki Alie
A
A
A
JAKARTA - Partai Demokrat akan menggelar Kongres untuk memilih ketua umum periode 2015-2020. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih dianggap masih memiliki kans besar untuk kembali memimpin Demokrat.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan sejauh ini SBY baru dapat lawan tunggal yakni Gde Pasek Suardika.
"SBY belum mendapatkan kompetitor yang bisa menyaingi dirinya. Marzuki Alie saya kira sulit untuk menang menjadi ketua umum," ujar Pangi saat dihubungi Sindonews, di Jakarta, Senin (23/3/2015).
Menurut Pangi, jika lawan SBY baru ditandingkan dengan dua kader tersebut, peluang Presiden SBY kembali menjadi ketua umum terbuka lebar.
Kendati begitu, SBY juga tak bisa menganggap remeh dua kader itu. Pasalnya Pasek yang dianggap loyalis Anas Urbaningrum mempunyai basis massa yang mengakar. Apalagi, kata dia, seandainya kongres diadakan di Bali yang notabene daerah kelahiran Pasek.
Untuk Marzuki, lanjut dia, sosok itu memiliki pengalaman saat menjadi pesaing terkuat Anas Urbaningrum saat Kongres Demokrat sebelumnya.
Pangi melanjutkan, partai Demokrat kerap mengklaim diri sebagai partai Demokratis. "Tradisi kongres baru bisa terasa demokratis apabila SBY tidak bersedia maju menjadi ketua umum, baru SBY bisa dibilang seorang demokrat sejati," ungkapnya.
Dia menyarankan SBY memberikan peluang kepada kader muda agar ada regenerasi kepemimpinan di tubuh Partai Demokrat.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan sejauh ini SBY baru dapat lawan tunggal yakni Gde Pasek Suardika.
"SBY belum mendapatkan kompetitor yang bisa menyaingi dirinya. Marzuki Alie saya kira sulit untuk menang menjadi ketua umum," ujar Pangi saat dihubungi Sindonews, di Jakarta, Senin (23/3/2015).
Menurut Pangi, jika lawan SBY baru ditandingkan dengan dua kader tersebut, peluang Presiden SBY kembali menjadi ketua umum terbuka lebar.
Kendati begitu, SBY juga tak bisa menganggap remeh dua kader itu. Pasalnya Pasek yang dianggap loyalis Anas Urbaningrum mempunyai basis massa yang mengakar. Apalagi, kata dia, seandainya kongres diadakan di Bali yang notabene daerah kelahiran Pasek.
Untuk Marzuki, lanjut dia, sosok itu memiliki pengalaman saat menjadi pesaing terkuat Anas Urbaningrum saat Kongres Demokrat sebelumnya.
Pangi melanjutkan, partai Demokrat kerap mengklaim diri sebagai partai Demokratis. "Tradisi kongres baru bisa terasa demokratis apabila SBY tidak bersedia maju menjadi ketua umum, baru SBY bisa dibilang seorang demokrat sejati," ungkapnya.
Dia menyarankan SBY memberikan peluang kepada kader muda agar ada regenerasi kepemimpinan di tubuh Partai Demokrat.
(dam)