DPR Curiga Ada Agenda Tersembunyi di Balik Isu ISIS

Sabtu, 21 Maret 2015 - 04:44 WIB
DPR Curiga Ada Agenda...
DPR Curiga Ada Agenda Tersembunyi di Balik Isu ISIS
A A A
JAKARTA - Komisi I DPR menduga terdapat hidden agenda atau agenda tersembunyi pemerintah dibalik merebaknya isu ISIS (Negara Islam Irak Syam) di dalam negeri.

Sehingga, isu ISIS ini sengaja dibesar-besarkan untuk menakuti masyarakat, dan menggiring opini bahwa ISIS berbahaya.

"Upaya mem-booming isu ISIS sedemikian rupa, untuk menciptakan opini bahwa ini perlu agenda khusus, perlu kebijakan khusus, anggaran khusus, ini yang tidak boleh," kata Ketua Komisi I, Mahfudz Siddiq kepada wartawan di Jakarta, Jumat 20 Maret 2015.

Mahfudz menjelaskan, yang menjadi pertanyaan banyak orang yakni kenapa isu terorisme tidak pernah selesai di negeri ini? Ternyata banyak orang mulai curiga, jangan-jangan sebagian memang dilakukan penegak hukum, atau sebagian memang dibiarkan agar tetap punya musuh dan tetap punya kerjaan.

Dia pun mencontohkan dua lembaga penanggulangan terorisme seperti Badan Nasional Penanggulan Teroris (BNPT) dan Densus 88. BNPT merupakan perumus kebijakan, dan melakukan koordinasai penanggulangan terorisme.

"Mereka perlu mengefektifkan fungsi koordinasi sampai adanya strategi nasional dalam penanggulangan ini, apa target dan time frame-nya," ucapnya.

"Misalnya Densus 88 sampai kiamat densus tetap ada, begitu juga BNPT. Kan mestinya kita punya target. Kalau terorisme selesai 10 tahun, keberadaan Densus, BNPT ditergetkan 10 tahun, kalau tidak, anda gagal dan harus dibubarkan," jelasnya.

Menurut Mahfuz, yang diuntungkan dari konflik ISIS ini adalah orang yang punya bisnis dan memproduksi senjata. Dan negara yang paling diuntungkan adalah Israel karena dengan leluasa.

Kemudian yang dirugikan adalah Indonesia yang mana sibuk menari, dan jungkir balik di atas gendang orang lain. "Menurut saya, kalau masyarakat sudah paham apa dan bagaimana, maka semua kita akan bisa lebih proporsional menyikapi," terang Wasekjen DPP PKS itu.

Adapun antisipasi masyarakat terhadap ISIS, Mahfudz mengatakan, perlu penyadaran dan pemahaman di kalangan masyarakat mengenai ISIS. Kemudian, memperkuat dan perketat pintu ke luar negeri, dan orang yang ke luar negeri lewat bandara, dan pelabuhan pun semestinya membawa paspor.

"Ketika masih ada yang lolos, perlu dipertanyakan kenapa tidak bisa diindenfitikasi, apalagi paspor sudah elektronik," tuturnya.

"Ini sengaja dibikin besar-besar untuk menakutnakuti masyarakat, tapi juga untuk meutup kelemahan pemerintah sendiri. Lagi-lagi orang digiring untuk berikan dukungan, ya untuk berikan tambahan anggaran," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Panglima Tertinggi Negara...
Panglima Tertinggi Negara Islam di Irak Jassim Al-Mazrouei Tewas Terbunuh
Terungkap, Pengantin...
Terungkap, Pengantin ISIS Shamima Begum Diselundupkan ke Suriah oleh Mata-mata Kanada
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Profil Abu al-Hassan...
Profil Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi, Pemimpin ISIS yang Meledakkan Dirinya Saat Dikepung
Profil Jassim Al Mazrouei...
Profil Jassim Al Mazrouei Jenderal Tertinggi ISIS yang Berhasil Dibunuh Tentara Irak
Mengapa ISIS Tidak Berani...
Mengapa ISIS Tidak Berani Menyerang Israel? Ini Penyebabnya
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved