Tak Bosan, Nazaruddin Terus Sebut Tiga Nama Ini
Rabu, 18 Maret 2015 - 19:47 WIB
Tak Bosan, Nazaruddin Terus Sebut Tiga Nama Ini
A
A
A
JAKARTA - Mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat Muhamad Nazaruddin menjalani pemeriksaan sekitar tujuh jam sebagai saksi untuk perkara dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di rumah sakit khusus pendidikan penyakit infeksi dan pariwisata Universitas Udayana tahun anggaran 2009.
Nazar mengatakan, pemeriksaan hari ini difokuskan pada kemana saja aliran uang dari Permai Group. Dirinya mengaku bersama mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang mengeluarkan uang tersebut. (Baca Juga: Anas Kembali Diserang Nazar Soal Uang Permai Grup)
"Yang diperiksa itu, soal uang yang dikeluarkan dari Permai sama Mas Anas sama saya," kata Nazar di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2015).
Pria yang juga mantan anggota DPR ini pun mencontohkan beberapa pertanyaan yang diajukan penyidik olehnya seperti darimana saja dia menerima uang dan proyek tersebut.
"(Juga soal) Uang yang dikasihkan ke Ibas‎ (Edhie Baskoro Yudhoyono) berapa. Terimanya di mana saja, terkait dengan proyek apa saja," terangnya.
Selain itu, dia juga ditanya mengenai tudingannya bahwa proyek Udayana merupakan milik Anas dan uang dari proyek digunakan untuk membantu pendanaan biaya pemilihan presiden (Pilpres) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Penegasan poin-poinnya (aliran uang Permai Grup) seperti itu. Terus ada menteri yang terima duit dari Permai dianter ke rumahnya, menteri itu ketemu siapa, yang nganter siapa terima," kata dia.
Namun, Nazar tak menyebutkan berapa jumlah uang tersebut. "Tengok di pilpres, ada list-list nya," pungkasnya.
Nazar mengatakan, pemeriksaan hari ini difokuskan pada kemana saja aliran uang dari Permai Group. Dirinya mengaku bersama mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang mengeluarkan uang tersebut. (Baca Juga: Anas Kembali Diserang Nazar Soal Uang Permai Grup)
"Yang diperiksa itu, soal uang yang dikeluarkan dari Permai sama Mas Anas sama saya," kata Nazar di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2015).
Pria yang juga mantan anggota DPR ini pun mencontohkan beberapa pertanyaan yang diajukan penyidik olehnya seperti darimana saja dia menerima uang dan proyek tersebut.
"(Juga soal) Uang yang dikasihkan ke Ibas‎ (Edhie Baskoro Yudhoyono) berapa. Terimanya di mana saja, terkait dengan proyek apa saja," terangnya.
Selain itu, dia juga ditanya mengenai tudingannya bahwa proyek Udayana merupakan milik Anas dan uang dari proyek digunakan untuk membantu pendanaan biaya pemilihan presiden (Pilpres) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Penegasan poin-poinnya (aliran uang Permai Grup) seperti itu. Terus ada menteri yang terima duit dari Permai dianter ke rumahnya, menteri itu ketemu siapa, yang nganter siapa terima," kata dia.
Namun, Nazar tak menyebutkan berapa jumlah uang tersebut. "Tengok di pilpres, ada list-list nya," pungkasnya.
(kri)