Akbar Tanjung Ajak Ical dkk Bahas Golkar
Senin, 16 Maret 2015 - 19:40 WIB
Akbar Tanjung Ajak Ical dkk Bahas Golkar
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah pengurus DPP Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Bali menggelar pertemuan dengan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung membahas kondisi terkini partai berlambang pohon beringin tersebut.
"Pak Akbar mengundang sebagai Ketua Wantim (Dewan Pertimbangan) membahas berbagai hal terkait Golkar," ujar Ketua Harian DPP Partai Golkar MS Hidayat di kediaman Akbar Tanjung, Jalan Purnawarman Nomor 18 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2015).
Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie, Wakil Ketua Umum Fadel Muhammad, Wakil Ketua Umum Cicip Syarief Sutardjo, Wakil Ketua Umum Nurdin Halid, Wakil Ketua Umum Theo L Sambuaga dan Ketua Harian Partai Golkar MS Hidayat.
Senada, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan pertemuan ini merupakan silaturahmi sekaligus konsolidasi antara Dewan Pertimbangan dengan pengurus DPP Partai Golkar.
"Kita akan mendengarkan apa solusi terbaik terhadap persoalan partai Golkar yang saat ini bukan lagi mengarah pada penyelesaia,n tapi mengarah kepada perecahan," ujarnya.
"Pak Akbar mengundang sebagai Ketua Wantim (Dewan Pertimbangan) membahas berbagai hal terkait Golkar," ujar Ketua Harian DPP Partai Golkar MS Hidayat di kediaman Akbar Tanjung, Jalan Purnawarman Nomor 18 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2015).
Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie, Wakil Ketua Umum Fadel Muhammad, Wakil Ketua Umum Cicip Syarief Sutardjo, Wakil Ketua Umum Nurdin Halid, Wakil Ketua Umum Theo L Sambuaga dan Ketua Harian Partai Golkar MS Hidayat.
Senada, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan pertemuan ini merupakan silaturahmi sekaligus konsolidasi antara Dewan Pertimbangan dengan pengurus DPP Partai Golkar.
"Kita akan mendengarkan apa solusi terbaik terhadap persoalan partai Golkar yang saat ini bukan lagi mengarah pada penyelesaia,n tapi mengarah kepada perecahan," ujarnya.
(dam)