Jokowi Harusnya Perbanyak Teman, Bukan Justru Cari Musuh
Senin, 16 Maret 2015 - 09:28 WIB
Jokowi Harusnya Perbanyak Teman, Bukan Justru Cari Musuh
A
A
A
JAKARTA - Setelah keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasai Manusia (Menkumham) yang mengesahkan kepengurusan kubu Agung Laksono, konflik internal Partai Golkar semakin berlarut-larut.
Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip) Budi Setiono mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta turun tangan untuk menyelesaikan kemelut partai pohon beringin ini.
"Sebenarnya Pak Jokowi saat ini butuh memperbanyak teman, bukan malah menambah musuh," kata Budi Setiono saat dihubungi Sindonews, Senin (16/3/2015).
"Keputusan ini (soal Golkar) adalah kesalahan besar yang dilakukan oleh Menkumham. Meskinya dia melakukan rekonsiliasi dan harmonisasi partai politik," imbuhnya.
Seperti diketahui, Partai Golkar saat ini sedang dilanda konflik dengan adanya dua kubu di internal partai itu, yakni kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono.
Konflik semakin memanas saat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menyetujui kepemimpinan Agung Laksono.
Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip) Budi Setiono mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta turun tangan untuk menyelesaikan kemelut partai pohon beringin ini.
"Sebenarnya Pak Jokowi saat ini butuh memperbanyak teman, bukan malah menambah musuh," kata Budi Setiono saat dihubungi Sindonews, Senin (16/3/2015).
"Keputusan ini (soal Golkar) adalah kesalahan besar yang dilakukan oleh Menkumham. Meskinya dia melakukan rekonsiliasi dan harmonisasi partai politik," imbuhnya.
Seperti diketahui, Partai Golkar saat ini sedang dilanda konflik dengan adanya dua kubu di internal partai itu, yakni kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono.
Konflik semakin memanas saat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menyetujui kepemimpinan Agung Laksono.
(maf)