WNI yang Ditahan di Turki Bukan Turis
Sabtu, 14 Maret 2015 - 11:50 WIB
WNI yang Ditahan di Turki Bukan Turis
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan 16 WNI yang ditahan di Turki bukan merupakan 16 WNI yang tergabung dalam rombongan tur wisata, melainkan dari kelompok lain.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengungkapkan, 16 WNI yang ditangkap saat akan melintas ke Suriah di Gaziantep itu terdiri dari 1 lakilaki dewasa, 4 perempuan dewasa, dan 11 anak-anak (lakilaki dan perempuan). Kemlu akan mengirimkan tim khusus ke Turki untuk mengusut keberadaan 16 WNI tersebut.
“Sejumlah pendalaman akan terus kita lakukan, salah satunya kami mengirimkan tim kecil,” kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta kemarin. Tim kecil tersebut diharapkan dapat bekerja sama dengan pemerintah Turki sehingga dapat segera menyelidiki kasus ini. Dia menargetkan maksimal hari ini tim yang terdiri staf Kemlu, Badan Intelijen Nasional (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Kepolisian Negara RI (Polri) tersebut sudah bertolak ke Turki.
Tidak hanya untuk mengusut kasus WNI, tim khusus ini juga diharapkan akan terus menjalin kerja sama yang kuat dengan otoritas Turki di masa mendatang. “Dari pembicaraan kita, pendalaman kita terhadap 16 WNI tersebut diperoleh informasi bahwa mereka memang merencanakan untuk menyeberang ke Suriah,” jelasnya.
Meski telah dipastikan akan ke Suriah, Retno masih belum bisa memastikan apakah rombongan tersebut juga akan bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). “Kita masih dalami mengenai apakah mereka menyeberang untuk bergabung dengan ISIS atau tidak,” terangnya.
Sebelumnya, dia mengungkapkan ada dua kelompok WNI yang berbeda yang kini berada di Turki. Kelompok pertama adalah 16 WNI yang ikut dalam tur wisata di bawah biro perjalanan Smailing Tour. Mereka berangkat pada 24 Februari 2015 dari Jakarta. Namun saat jadwal kepulangan ke Indonesia pada 4 Maret, mereka tidak ikut pulang dan memisahkan diri dari rombongan.
Sementara kelompok yang kedua adalah 16 orang yang baru ditangkap pada 12 Maret lalu di Gaziantep. Dia menjelaskan, 16 WNI yang ditangkap oleh otoritas keamanan Turki saat ini bukan ditahan di penjara. Mereka saat ini ditempatkan di detention center atau seperti tempat penampungan sementara bagi warga negara asing.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menambahkan, dari hasil pertemuan antara Kedutaan Besar RI (KBRI) di Ankara dan pihak keamanan Turki, 16 WNI tersebut memang berencana untuk menyeberang ke Suriah. Terkait maraknya kasus WNI yang pergi dari Indonesia untuk bergabung dengan ISIS, Indonesia melalui Kemlu meminta beberapa pemerintah negara asing untuk lebih selektif dalam memberikan visa kepada WNI.
“Kami meminta pemerintah untuk lebih hati-hati dalam memberi visa kepada WNI yang akan masuk ke wilayah Timur Tengah,” ujar Arrmanatha. Kemlu juga sudah menyampaikan melalui perwakilan RI di Timur Tengah untuk menginformasikan kepada warga Indonesia agar berhati-hati, dan tidak terlibat dengan kelompok tertentu, atau urusan politik.
Jubir Kemlu Turki Tanju Bilgic juga mengonfirmasi 16 orang yang ditangkap merupakan WNI. Mereka ditangkap di jalur yang sering digunakan simpatisan ISIS dari EropadanAsia. Di tengah tekanan asing agar Turki bertindak untuk menghalangi masuknya warga asing ke Suriah, Turki telah menutup dua perlintasan batas di Oncupinar dan Cilvegozu di Provinsi Hatay, Turki selatan.
Rarasati syarief/muh shamil/andika hendra/ant
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengungkapkan, 16 WNI yang ditangkap saat akan melintas ke Suriah di Gaziantep itu terdiri dari 1 lakilaki dewasa, 4 perempuan dewasa, dan 11 anak-anak (lakilaki dan perempuan). Kemlu akan mengirimkan tim khusus ke Turki untuk mengusut keberadaan 16 WNI tersebut.
“Sejumlah pendalaman akan terus kita lakukan, salah satunya kami mengirimkan tim kecil,” kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta kemarin. Tim kecil tersebut diharapkan dapat bekerja sama dengan pemerintah Turki sehingga dapat segera menyelidiki kasus ini. Dia menargetkan maksimal hari ini tim yang terdiri staf Kemlu, Badan Intelijen Nasional (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Kepolisian Negara RI (Polri) tersebut sudah bertolak ke Turki.
Tidak hanya untuk mengusut kasus WNI, tim khusus ini juga diharapkan akan terus menjalin kerja sama yang kuat dengan otoritas Turki di masa mendatang. “Dari pembicaraan kita, pendalaman kita terhadap 16 WNI tersebut diperoleh informasi bahwa mereka memang merencanakan untuk menyeberang ke Suriah,” jelasnya.
Meski telah dipastikan akan ke Suriah, Retno masih belum bisa memastikan apakah rombongan tersebut juga akan bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). “Kita masih dalami mengenai apakah mereka menyeberang untuk bergabung dengan ISIS atau tidak,” terangnya.
Sebelumnya, dia mengungkapkan ada dua kelompok WNI yang berbeda yang kini berada di Turki. Kelompok pertama adalah 16 WNI yang ikut dalam tur wisata di bawah biro perjalanan Smailing Tour. Mereka berangkat pada 24 Februari 2015 dari Jakarta. Namun saat jadwal kepulangan ke Indonesia pada 4 Maret, mereka tidak ikut pulang dan memisahkan diri dari rombongan.
Sementara kelompok yang kedua adalah 16 orang yang baru ditangkap pada 12 Maret lalu di Gaziantep. Dia menjelaskan, 16 WNI yang ditangkap oleh otoritas keamanan Turki saat ini bukan ditahan di penjara. Mereka saat ini ditempatkan di detention center atau seperti tempat penampungan sementara bagi warga negara asing.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menambahkan, dari hasil pertemuan antara Kedutaan Besar RI (KBRI) di Ankara dan pihak keamanan Turki, 16 WNI tersebut memang berencana untuk menyeberang ke Suriah. Terkait maraknya kasus WNI yang pergi dari Indonesia untuk bergabung dengan ISIS, Indonesia melalui Kemlu meminta beberapa pemerintah negara asing untuk lebih selektif dalam memberikan visa kepada WNI.
“Kami meminta pemerintah untuk lebih hati-hati dalam memberi visa kepada WNI yang akan masuk ke wilayah Timur Tengah,” ujar Arrmanatha. Kemlu juga sudah menyampaikan melalui perwakilan RI di Timur Tengah untuk menginformasikan kepada warga Indonesia agar berhati-hati, dan tidak terlibat dengan kelompok tertentu, atau urusan politik.
Jubir Kemlu Turki Tanju Bilgic juga mengonfirmasi 16 orang yang ditangkap merupakan WNI. Mereka ditangkap di jalur yang sering digunakan simpatisan ISIS dari EropadanAsia. Di tengah tekanan asing agar Turki bertindak untuk menghalangi masuknya warga asing ke Suriah, Turki telah menutup dua perlintasan batas di Oncupinar dan Cilvegozu di Provinsi Hatay, Turki selatan.
Rarasati syarief/muh shamil/andika hendra/ant
(bbg)