Sultan Diminta Dengarkan Rakyat

Kamis, 12 Maret 2015 - 11:11 WIB
Sultan Diminta Dengarkan...
Sultan Diminta Dengarkan Rakyat
A A A
YOGYAKARTA - Rakyat DI Yogyakarta meminta Raja Keraton Yogyakarta mendengarkan aspirasi mereka seputar Raperdais urusan Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Rakyat masih mendukung Keistimewaan DIY salah satunya raja yang bertakhta otomatis gubernur. Namun, raja harus laki-laki karena itu gubernur juga harus laki-laki. Persoalan itu mengemuka dalam rapat pimpinan paguyuban dukuh se-DIY yang tergabung dalam Semar Sembogo.

“Selama ini pengakuan Keistimewaan DIY ini karena pangeran keraton tersebut. Poinnya, pengisian jabatan gubernur hanya boleh laki-laki,” kata Ketua Paguyuban Dukuh Kabupaten Gunungkidul Janaloka, Anjar Gunantoro, kemarin. Dia mengungkapkan, gubernur DIY laki-laki bukan karena tidak menghargai perbedaan gender.

Di DIY perempuan sudah sangat dihormati dan menduduki posisi strategis di pemerintahan. Anjar mengatakan, jaminan gubernur DIY harus laki-laki ini amanah dari Keistimewaan DIY. Dalam Keistimewaan DIY, raja keraton yang bertakhta harus laki-laki. “Sultan yang bertakhta bukan sultin yang bertakhta,” sebutnya.

Ketua Paguyuban Dukuh Sleman Sukarjo menambahkan, setiap warga DIY sudah memahami sultan itu laki-laki. Pangeran itu ada sejak Kesultanan Mataram Ngayogyokarto Hadiningrat berlaku sejak Sultan Hamengku Buwono (HB) I sampai sekarang. “Pangeran adalah warisan budaya yang merupakan salah satu aspek keistimewaan,” sebutnya.

Sukarjo menegaskan, sebagai warisan kebudayaan, Keistimewaan DIY harus tetap dipertahankan. “Kami tetap akan berjuang mempertahankan status Jogja Istimewa,” katanya. Ketua Paguyuban Dukuh Se- DIY Semar Sembogo Sukiman Hadiwijoyo mengatakan, paguyuban dukuh merupakan representasi dari keinginan rakyat DIY. Di DIY ada 4.000-an dukuh dan tergabung dalam paguyuban itu. “Itu murni keinginan rakyat DIY,” ujarnya. Sukiman berharap, pembahasan raperdais di DPRD DIY segera tuntas sesuai keinginan rakyat DIY.

Ridwan anshori
(bbg)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved