Pemberontak Pro-Rusia Tarik Mundur Persenjataan

Rabu, 11 Maret 2015 - 10:54 WIB
Pemberontak Pro-Rusia...
Pemberontak Pro-Rusia Tarik Mundur Persenjataan
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengungkapkan, pasukan pemberontak pro- Rusia menarik mundur persenjataan berat besar-besaran di Ukraina timur. Namun, upaya itu tidak dapat menurunkan ketegangan di zona konflik itu.

“Kita juga menarik mundur peluncur roket dan artileri berat. Pemberontak pro-Rusia juga telah melakukan penarikan besar-besaran juga,” ujar Poroshenko dalam wawancara dengan BBC pada Senin (9/3) lalu. Penarikan senjata itu sebagai bentuk kesepakatan antara Pemerintah Ukraina dan pemberontak pro-Moskow pada Februari lalu.

“Ada gencatan senjata atau tidak, itu tergantung bagaimana Anda melihatnya,” imbuhnya. Walaupun perselisihan tetap berlangsung, keduanya tetap menghargai gencatan senjata yang disepakati. Kedua pihak saling menuduh satu sama lain terkait adanya pelanggaran yang dilakukan atau hanya sebagai strategi baru untuk menyusun kekuatan.

Konflik Ukraina telah menewaskan lebih dari 6.000 orang dan 1 juta orang mengungsi sejak konflik memanas di Kota Donetsk dan Luhansk sejak April 2014 silam. Gencatan senjata yang diberlakukan sejak 12 Februari dipantau secara langsung oleh Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE).

Kedua pihak diharuskan untuk membuat daerah penyangga di antara mereka minimal 50 km untuk artileri, dengan peluru berkaliber 100 mm serta jarak 70 km untuk roket dan 140 km untuk roket besar dan misil. Mengenai jumlah korban, Poroshenko menambahkan bahwa sejak gencatan senjata secara resmi diberlakukan pada beberapa hari lalu, 64 tentara Ukraina terbunuh.

“Jumlah keseluruhannya 1.549 tentara Ukraina tewas sejak pemberontakan terjadi,” sebutnya. Negara-negara Barat tetap percaya bahwa konflik Ukraina disebabkan campur tangan Rusia. Apalagi, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa dia memerintahkan pencaplokan Crimea, salah satu wilayah Ukraina yang kini dikuasai Moskow.

Menteri Luar Negeri Inggris Phillip Hammond mengingatkan, kebijakan yang diambil Presiden Putin di Crimea dan Ukraina timur itu merusak keamanan negara berdaulat di Eropa Timur. “Kita sekarang dihadapkan kepada seorang pemimpin Rusia yang tidak taat pada aturan internasional untuk menjaga perdamaian antarnegara, tapi dia berusaha menumbangkannya,” ucap Hammond, dikutip AFP.

Hammond juga mengatakan bahwa pencaplokan wilayah Crimea secara ilegal dan sekarang menggunakan angkatan bersenjata Rusia untuk mengacaukan Ukraina timur. Pernyataan Hammond dikemukakan bersamaan dengan persiapan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) menggelar latihan militer skala besar di negara-negara Baltik, Latvia, Lituania, dan Estonia. Latihan tempur itu dipimpin langsung oleh Amerika Serikat. Fokus utamanya adalah melatih kesiapan anggota NATO dalam menghadapi ancaman serangan dari Rusia.

Arvin
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved