Australia Lega Eksekusi Dua Bali Nine Ditunda

Senin, 09 Maret 2015 - 09:29 WIB
Australia Lega Eksekusi...
Australia Lega Eksekusi Dua Bali Nine Ditunda
A A A
SYDNEY - Pemerintah Australia merespons positif langkah Indonesia yang tidak melaksanakan eksekusi mati terhadap 10 narapidana pada pekan kemarin.

Australia sangat berharap Indonesia berubah pikiran bahkan bisa mengampuni dua warganya, yakni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, yang sejak Rabu (4/3) sudah dipindah ke lembaga pemasyarakatan (LP) di Pulau Nusakambangan Cilacap, Jawa Tengah.

“Mungkin ada alasan lainnya untuk menunda, saya juga berharap, dalam hati saya, Indonesia telah berubah pikiran (dalam melaksanakan hukuman mati),” ujar Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop seperti dilansir ABC, Sabtu (7/3). Salah satu kuasa hukum Chan dan Sukumaran, Michael O’Connell, juga menilai, dengan penundaan ini, akan banyak celah untuk proses pembebasan dua Bali Nine itu. “Penundaan itu sangat penting karena memberi Andrew dan Myuran sedikit ruang bernapas,” ujar Michael.

Pihaknya meyakini penundaan tersebut merupakan permintaan dari Australia yang telah direspons Pemerintah Indonesia. Menurut rencana, dua Bali Nine berkesempatan kembali ke meja sidang di Jakarta pada Rabu (11/3) ini.

Di sisi lain, sidang banding terpidana mati lainnya, yakni Raheem Agbaje Salami, akan digelar hari ini. Sementara PM Australia Tony Abbott merasa diabaikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo( Jokowi) karena hingga kemarin keinginannya berkomunikasi langsung via telepon belum dipenuhi.

Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan tertundanya hukuman mati bukan karena adanya intervensi asing, tetapi karena masih mematangkan persiapan. “Sudah saya katakan berulang kali, kita masih menunggu kematangan, kesiapan dan persiapan eksekusi, termasuk di lokasi seperti apa nantinya dan koordinasinya bagaimana,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsyi menilai Jaksa Agung kurang cermat melakukan proses finalisasi administrasi para terpidana mati.

Andika hendra m/ant
(ftr)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved