Polri Periksa Pihak ICW Terkait Kasus Rakyat Tidak Jelas
Kamis, 05 Maret 2015 - 11:10 WIB
Polri Periksa Pihak ICW Terkait Kasus Rakyat Tidak Jelas
A
A
A
JAKARTA - Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan terlihat di Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) sejak pukul 09.45 WIB.
Ade mengatakan, kedatangannya adalah untuk diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Bareskrim dalam kasus yang menjerat Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Tedjo Edhy Purdijatno.
Kasus yang menjerat Menkopolhukam yakni kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ketua Forum Warga Kota Jakarta Azaz Tigor Nainggolan.
"Jadi saksi kasusnya penemaran nama baik Pak Tedjo. Saya jadi saksinya Azaz," ujar Ade di Bareskrim Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kamis (5/3/2015).
Kasus yang menjerat Tedjo kata dia, terkait pernyataan Tedjo yang menyebut para pendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai "Rakyat Tidak Jelas".
"Pernyataan Pak Tedjo soal rakyat tidak jelas," ungkapnya.
Ade mengungkapkan, bukan hanya dirinya yang akan diperiksa. Nanti kata dia, juga ada Ketua Kontras Haris Azhar dan juga Azaz sebagai pelapor.
Panggilan ini adalah panggilan kedua untuk Ade, lantaran dia mengaku pada panggilan pertama dirinya tidak dapat kadir karena memiliki acara lain.
"Nanti ada Haris Azhar dan juga Azaz. Ini panggilan kedua, sebelumnya saya ada acara," pungkasnya.
Ade mengatakan, kedatangannya adalah untuk diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Bareskrim dalam kasus yang menjerat Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Tedjo Edhy Purdijatno.
Kasus yang menjerat Menkopolhukam yakni kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ketua Forum Warga Kota Jakarta Azaz Tigor Nainggolan.
"Jadi saksi kasusnya penemaran nama baik Pak Tedjo. Saya jadi saksinya Azaz," ujar Ade di Bareskrim Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kamis (5/3/2015).
Kasus yang menjerat Tedjo kata dia, terkait pernyataan Tedjo yang menyebut para pendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai "Rakyat Tidak Jelas".
"Pernyataan Pak Tedjo soal rakyat tidak jelas," ungkapnya.
Ade mengungkapkan, bukan hanya dirinya yang akan diperiksa. Nanti kata dia, juga ada Ketua Kontras Haris Azhar dan juga Azaz sebagai pelapor.
Panggilan ini adalah panggilan kedua untuk Ade, lantaran dia mengaku pada panggilan pertama dirinya tidak dapat kadir karena memiliki acara lain.
"Nanti ada Haris Azhar dan juga Azaz. Ini panggilan kedua, sebelumnya saya ada acara," pungkasnya.
(maf)