Putusan Mahkamah Partai Golkar Dinilai Imbang

Rabu, 04 Maret 2015 - 16:21 WIB
Putusan Mahkamah Partai...
Putusan Mahkamah Partai Golkar Dinilai Imbang
A A A
JAKARTA - Putusan Mahkamah Partai Golkar yang menyidangkan kasus konflik dua kepengurusan partai berlambang pohon beringin itu dinilai imbang. Tidak ada pihak yang dinyatakan menang atau sebaliknya kalah.

Dari empat hakim yang bersidang, pendapat dua hakim yakni Muladi dan Natabaya dinilai condong kepada kubu Aburizal Bakrie. Sementara Djasri Marin dan Andi Mattalatta dianggap leboh condong ke kubu Agung Laksono.

Berbagai pihak menyarankan agar kedua kubu melakukan islah atau perdamaian demi masa depan Golkar. Selain itu untuk menghindar adanya informasi berisi klaim kemenangan dari salah satu pihak.

Penilaian tersebut diungkapkan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Arie Junaidi dan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) Yasin Muhammad, Rabu (4/3/2015) menanggapi putusan Mahkamah Partai Golkar.

Menurut Arie, jika ada yang mengklaim bahwa kubu Agung Laksono yang menang, itu tidak benar. "Tidak ada yang menang atau pihak yang dikalahkan sebaiknya ke dua kubu melakukan introspeksi dan islah," ujar Arie.

Arie lebih lanjut mengatakan, sebagai instrumen penyelesaian persoalan internal hendaknya putusan Mahkamah Partai Golkar ditaati kedua belah kubu.

Menurut dia, putusan Mahkamah Partai Golkar hendak dijadikan momentum bagi kebangkitan Golkar.

Arie menyarankan sebaiknya islah ditempuh melalui pelaksanaan munas rekonsiliasi seperti yang diamanatkan putusan mahkamah partai.

Sementara itu, Yasin Muhammad mengatakan menilik keputusan mahkamah maka tidak ada yang dimenangkan dan tidak ada yang dikalahkan.

Menurut dia, jalan terbaik adalah dengan menggelar islah dan melaksanakan musyawarah nasional rekonsiliasi untuk kembali bersatu dan membesarkan partai.

Yasin mengimbau pada tokoh-tokoh senior Golkar seperti mantan Ketua Umum Akbar Tandjung dan Jusuf Kalla, juga mantan Presiden BJ Habibie ikut mendamaikan kedua kubu yang terus berseteru.

"Jika konflik terus dikedepankan, Golkar yang akan merugi," kata Yasin.
(dam)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
10 Negara Tetap Pakai...
10 Negara Tetap Pakai Iron Dome Meski Dinilai Kurang Efektif
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved