PTS Kesulitan Salurkan Bidik Misi

Rabu, 04 Maret 2015 - 11:19 WIB
PTS Kesulitan Salurkan...
PTS Kesulitan Salurkan Bidik Misi
A A A
JAKARTA - Pemerintah meningkatkan kuota beasiswa penerima Bidik Misi bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dari 3.000 menjadi 5.000 mahasiswa.

Hanya, dalam penyalurannya seringkali kurang maksimal lantaran banyak calon penerima tidak memenuhi syarat. Wakil Rektor 1 bidang Akademik Telkom University Heroe Wijanto mengatakan, Bidik Misi yang tersalurkan ke kampusnya baru tiga angkatan. Pada tahun pertama pemerintah hanya menawarkan untuk 12 mahasiswa tidak mampu. Mereka pun menerima 12 mahasiswa Bidik Misi itu dengan tangan terbuka.

Selanjutnya pada tahun kedua jumlahnya naik menjadi 40 orang dan 70 orang tahun ini. Menurut dia, sebetulnya kampus ingin menerima lebih banyak lagi mahasiswa yang tidak mampu melalui Bidik Misi ini, namun batas kemiskinan yang dipatok kementerian mempersulit PTS dalam mencari calon mahasiswa yang sesuai persyaratan.

“Setiap tahun naik, namun makin lama makin sulit mencari yang berhak karena penghasilan kolektif keluarga tidak boleh lebih dari Rp3,5 juta,” katanya saat media gatheringTelkom University kemarin. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti Illah Sailah mengatakan, tahun ini kuota beasiswa Bidik Misi untuk kampus swasta ada 5.000 mahasiswa.

Illah menuturkan, mahasiswa yang berhak menerima beasiswa ini adalah yang kurang secara ekonomi, namun memiliki prestasi akademik. Meski PTS berhak memungut biaya pendidikan dari seluruh mahasiswanya tanpa kecuali, khusus bagi penerima Bidik Misi tidak boleh dibebankan biaya apa pun. “Bantuan sosial akan langsung diserahkan mahasiswa penerima. Kami tetap memberikan Bidik Misi ke PTS untuk memperlebar akses menempuh pendidikan tinggi yang tidak hanya di kampus negeri,” katanya di Kantor Kemendikbud kemarin.

Kuota Bidik Misi untuk PTS dimulai pada era Mendikbud Mohammad Nuh pada 2012. Pada tahap pertama kuota yang diberikan sebanyak 2.000 kursi. Selanjutnya pada 2013 naik menjadi 3.000 hingga 2015 ini kuotanya menjadi 5.000 orang.

Neneng zubaidah
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Infografis
Jadi Target Rudal AS,...
Jadi Target Rudal AS, Rusia Balas Ancam Bidik Kota-kota Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved