PTS Berperan Naikkan APK Pendidikan Tinggi

Selasa, 03 Maret 2015 - 11:26 WIB
PTS Berperan Naikkan...
PTS Berperan Naikkan APK Pendidikan Tinggi
A A A
JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek- Dikti) menyatakan perguruan tinggi swasta (PTS) berperan menaikkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi.

Jika perannya maksimal, pemerintah meyakini pada 2019 akan meningkat hingga 35,9%. Menristek-Dikti M Nasir mengatakan, APK pendidikan tinggi pada 2015 ini berada pada angka 26,26%. Karena itu, peran PTS sangat signifikan dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan APK. Peran tersebut bisa dilakukan melalui pemberian beasiswa kepada calon mahasiswa dari kalangan ekonomi kurang mampu yang berprestasi.

“Peranan PTS sangat berarti untuk meningkatkan APK pendidikan tinggi pada 2019 nanti,” katanya di Kantor Kemenristek- Dikti kemarin. Mantan rektor Undip ini menyatakan upaya kedua dilakukan melalui penambahan jumlah perguruan tinggi negeri. Namun, tidak berarti menambah PTN dengan mendirikan perguruan tinggi baru, tetapi saat ini ada beberapa perguruan tinggi swasta yang tengah mengajukan dan dalam proses perubahan status menjadi negeri.

Kemenristek-Dikti mengutamakan penegerian kampus swasta yang berada di daerah tertinggal, terluar, dan terpencil. Tujuannya agar siswa dari kawasan khusus yang selama ini aksesnya lemah bisa berkuliah lagi. Rektor Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) Ari Darmawan Pasek mengatakan, ITSB mendorong program pemerintah untuk menaikkan APK dengan menyediakan program beasiswa, dan beasiswa ikatan dinas bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan.

Menurut dia, untuk mendapatkan beasiswa pihaknya melakukan seleksi cukup ketat. Pasalnya, dalam beasiswa tersebut selain dibebaskan dari biaya pendidikan, mahasiswa tersebut nantinya dipastikan mendapat ikatan dinas di perusahaan. “Kebanyakan yang diterima dalam program beasiswa itu justru yang dari pelosokpelosok,” ungkapnya.

Di samping itu, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, ITSB juga bekerja sama dengan Universitas Tsukuba, Jepang dalam hal pertukaran dosen. Dia menjelaskan, kampusnya juga mengirimkan dosen untuk bersekolah di sana guna menempuh program doktoral, sebaliknya mereka juga mengirimkan dosen ke Indonesia untuk mengajar mahasiswa dan dosen di ITSB.

Kerja sama ini merupakan lanjutan dari yang sudah dikerjakan sebelumnya, seperti mendatangkan dosen dari Tsukuba untuk bertukar ilmu pengetahuan mengenai teknologi kertas. ITSB juga memiliki program studi khusus tentang teknologi pengolahan pulp dan kertas.

Neneng zubaidah
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Prabowo, Jokowi, SBY...
Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Penanganan Kasus Febrie...
Penanganan Kasus Febrie Momentum Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved