Pengalihan Arus Lalu Lintas Diterapkan di Jalan Margonda
Jum'at, 27 Februari 2015 - 11:19 WIB
Pengalihan Arus Lalu Lintas Diterapkan di Jalan Margonda
A
A
A
DEPOK - Penerapan uji coba pengalihan arus di Jalan Margonda, Kota Depok mulai diberlakukan. Uji coba dimulai Rabu (25/2) hingga Minggu (1/3).
Jika berhasil, akan dilanjutkan pada Senin (2/3). Uji coba pengalihan setiap hari dimulai pukul 14.00 WIB. Pengalihan di jalur tersebut karena ada pembangunan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) tahap II. Di jalur yang ditutup sementara tersebut akan dibangun terowongan (tunnel). Jalan yang dialihkan adalah jalur dari arah Jakarta menuju Terminal Depok atau Citayam dari, tepatnya di dekat persimpangan lampu merah Jalan Juanda. Sedangkan arah sebaliknya berjalan seperti biasa.
Dalam rekayasa ini kendaraan dari arah Jakarta menuju Citayam akan melewati jalur pengalihan dan mengikuti lampu pengatur lalu lintas di sisi kiri, masuk ke Jalan Juanda, dan kembali ke Jalan Margonda Raya. Sedangkan kendaraan besar dari arah Jakarta menuju Jalan Juanda lurus di Jalan Margonda, lalu putar balik, dan belok kanan menuju Jalan Juanda. Pengalihan ini akan berlangsung antara 3-4 bulan.
”Jika tidak ada kendala berarti, pengerjaan terowongan yang melintang di bawah Jalan Margonda selesai sekitar tiga bulan atau paling lama empat bulan,” kata Kepala Proyek Seksi II Tol Cijago PT Hutama Karya M Yusuf kemarin. Tunnel dibangun di bawah Jalan Margonda memiliki panjang sekitar 47 meter dengan lebar 45 meter. Yusuf menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait lain sebelum dilakukan uji coba. ”Harapannya tentu bisa berjalan lancar sehingga pengerjaan selesai tepat waktu,” ungkapnya.
Yusuf menuturkan, dalam uji coba pengalihan lalu lintas itu, pihaknya sudah membangun jalur alternatif sepanjang 90 meter di sisi kiri Jalan Margonda dari arah Jakarta ke Citayam. Uji coba pengalihan itu membuat banyak pengendara kebingungan karena minimnya rambu atau petunjuk mengenai kebijakan itu.
”Apalagi di jalan pengalihan yang empat lajur itu terbagi tiga bagian. Kita jadi bingung, harus lewat yang sebelah kanan, tengah, atau paling kiri,” kata Feru, warga Taman Anyelir, Depok. Pada hari pertama pemberlakuan rekayasa lalu lintas, dia sempat kebingungan. Namun, kemarin dia sudah mengerti. Akibat pengalihan ini, Feru terpaksa harus terjebak kemacetan karena jalan keluar jalur pengalihan menyempit (bottle neck).
”Karena sempit, jadi macet dan antre. Bagaimana kalau akhir pekan, hari biasa aja seperti ini?” ujarnya. Rekayasa lalu lintas juga menyebabkan kemacetan panjang. ”Pas masuk Jalan Margonda setelah UI, saya heran kok macetnya parah banget. Ternyata uji coba pengalihan jalan,” kata Tendi, pengendara motor. Dia meminta rekayasa lalu lintas dilengkapi rambu yang memadai sehingga tidak membingungkan para pengguna jalan.
Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sri Suhartatik mengatakan, kemacetan akibat pengalihan arus menjadi hal yang lumrah. Ini karena masih banyak pengendara yang belum tahu mengenai ada kebijakan ini. ”Sampai saat ini tidak ada kendala berarti meski memang lalu lintas menjadi lebih padat,” kata Tatik, sapaan akrabnya.
R ratna purnama
Jika berhasil, akan dilanjutkan pada Senin (2/3). Uji coba pengalihan setiap hari dimulai pukul 14.00 WIB. Pengalihan di jalur tersebut karena ada pembangunan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) tahap II. Di jalur yang ditutup sementara tersebut akan dibangun terowongan (tunnel). Jalan yang dialihkan adalah jalur dari arah Jakarta menuju Terminal Depok atau Citayam dari, tepatnya di dekat persimpangan lampu merah Jalan Juanda. Sedangkan arah sebaliknya berjalan seperti biasa.
Dalam rekayasa ini kendaraan dari arah Jakarta menuju Citayam akan melewati jalur pengalihan dan mengikuti lampu pengatur lalu lintas di sisi kiri, masuk ke Jalan Juanda, dan kembali ke Jalan Margonda Raya. Sedangkan kendaraan besar dari arah Jakarta menuju Jalan Juanda lurus di Jalan Margonda, lalu putar balik, dan belok kanan menuju Jalan Juanda. Pengalihan ini akan berlangsung antara 3-4 bulan.
”Jika tidak ada kendala berarti, pengerjaan terowongan yang melintang di bawah Jalan Margonda selesai sekitar tiga bulan atau paling lama empat bulan,” kata Kepala Proyek Seksi II Tol Cijago PT Hutama Karya M Yusuf kemarin. Tunnel dibangun di bawah Jalan Margonda memiliki panjang sekitar 47 meter dengan lebar 45 meter. Yusuf menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait lain sebelum dilakukan uji coba. ”Harapannya tentu bisa berjalan lancar sehingga pengerjaan selesai tepat waktu,” ungkapnya.
Yusuf menuturkan, dalam uji coba pengalihan lalu lintas itu, pihaknya sudah membangun jalur alternatif sepanjang 90 meter di sisi kiri Jalan Margonda dari arah Jakarta ke Citayam. Uji coba pengalihan itu membuat banyak pengendara kebingungan karena minimnya rambu atau petunjuk mengenai kebijakan itu.
”Apalagi di jalan pengalihan yang empat lajur itu terbagi tiga bagian. Kita jadi bingung, harus lewat yang sebelah kanan, tengah, atau paling kiri,” kata Feru, warga Taman Anyelir, Depok. Pada hari pertama pemberlakuan rekayasa lalu lintas, dia sempat kebingungan. Namun, kemarin dia sudah mengerti. Akibat pengalihan ini, Feru terpaksa harus terjebak kemacetan karena jalan keluar jalur pengalihan menyempit (bottle neck).
”Karena sempit, jadi macet dan antre. Bagaimana kalau akhir pekan, hari biasa aja seperti ini?” ujarnya. Rekayasa lalu lintas juga menyebabkan kemacetan panjang. ”Pas masuk Jalan Margonda setelah UI, saya heran kok macetnya parah banget. Ternyata uji coba pengalihan jalan,” kata Tendi, pengendara motor. Dia meminta rekayasa lalu lintas dilengkapi rambu yang memadai sehingga tidak membingungkan para pengguna jalan.
Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sri Suhartatik mengatakan, kemacetan akibat pengalihan arus menjadi hal yang lumrah. Ini karena masih banyak pengendara yang belum tahu mengenai ada kebijakan ini. ”Sampai saat ini tidak ada kendala berarti meski memang lalu lintas menjadi lebih padat,” kata Tatik, sapaan akrabnya.
R ratna purnama
(ars)