Salju Longsor, 200 Orang Tewas

Jum'at, 27 Februari 2015 - 11:13 WIB
Salju Longsor, 200 Orang...
Salju Longsor, 200 Orang Tewas
A A A
KABUL - Sedikitnya 200 orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka akibat longsor salju di Afghanistan Utara pada Rabu (25/2) waktu setempat.

Hingga kemarin tim penyelamat masih terus mencari korban lain yang mungkin masih tertimbun longsoran salju. Insiden ini tercatat sebagai yang terbesar di Afghanistan dalam 30 tahun terakhir. Penduduk yang berada di lembah pegunungan di beberapa wilayah Afghanistan masih terus dihantui dengan ancaman longsor susulan.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat, Afghanistan masih berpotensi akan diterjang hujan salju dalam dua hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama yang berada di wilayah rawan longsor. Jumlah korban jiwa di Provinsi Panjshir, Afghanistan Utara, diperkirakan mencapai lebih dari 126 orang. Gubernur Panjshir Abdul Rahman Kabiri mengatakan, pihaknya memerlukan bantuan kemanusiaan secepatnya dari pemerintah pusat.

Namun, Abdul sadar perjalanan menuju Panjshir sangat menantang. Selain hujan salju turun lebat sejak sepekan lalu, jalanan juga sulit diakses karena tertutup salju tebal. Akibat itu, konvoi bantuan dari Kabul berjalan lambat. “Kami tidak pernah melihat salju sebanyak ini. Begitu pun dengan longsor salju yang terjadi di daerah Panjshir. Ini longsor salju terbesar yang pernah kami lihat dalam 30 tahun terakhir,” ungkap Abdul, dikutip AFP .

Abdul menambahkan, ratusan rumah, sekolah, dan masjid mengalami kerusakan. Tim evakuasi masih kesulitan mencapai wilayah terdampak. Mereka terlebih dahulu perlu menggali dan mengeruk salju di jalanan sepanjang 40 kilometer selama beberapa jam. Beberapa warga lokal di wilayah terdampak terpaksa menggali salju dengan tangan kosong sambil menunggu tim evakuasi.

Sampai sore waktu Afghanistan bantuan dari pemerintah pusat belum juga tiba. Padahal pemerintah lokal sudah “membebaskan” jalan utama di Panjshir agar perjalanan tim bantuan dari Kabul lebih lancar. Bantuan yang diberikan di antaranya obat-obatan, pakaian musim dingin, dan beragam kebutuhan lainnya. Abdul mengatakan, operasi penyelamatan ditunda karena cuaca dan kondisi yang tidak mendukung.

Beberapa jalan di 10 wilayah Provinsi Baghlan juga ditutup karena hujan salju yang lebat dalam dua hari terakhir dan dianggap membahayakan. Mereka takut akan terjadi kecelakaan. Di Panjshir, evakuasi dan pencarian masih dilakukan. Sharafudin, salah satu warga yang ada di wilayah terdampak, mengatakan, seluruh warga sedang mencoba mengevakuasi korban yang terperangkap.

“Orang-orang bilang masih ada delapan orang yang terkubur. Dua saudara saya juga ditemukan sudah meninggal,” katanya, dilansir BBC . Departemen Penanggulangan Bencana Afghanistan menyatakan, korban meninggal di utara Afghanistan sangat banyak sebab longsor salju tidak hanya terjadi di Panjshir, tapi juga di provinsi lain. Jumlah korban tewas terbesar ada di lembah Paryan, Panjshir. Kemarin sedikitnya 60 orang meninggal dunia di luar Panjshir.

Puluhan warga di Khinjan dan Malakhan, Provinsi Baghlan, juga terperangkap setelah diterjang longsor. Juru bicara (jubir) Kepala Polisi Baghlan, Jawed Besharat, mengatakan, dua orang terluka, sementara ribuan hewan ternak tewas. Di Baharak dan Bangi, Provinsi Takhar, tiga perempuan muda juga tewas. Kepala Polisi Panjshir Abdul Aziz Ghairat mengatakan, puluhan rumah di Bazarak, Piryan, Darah, dan Hisa Dowam tertimbun salju. Jalan raya di terowongan Salang juga terblokade.

Otoritas di negara tetangga Afghanistan, Tajikistan, mengatakan, longsor terjadi karena sinar matahari rendah saat hujan salju turun lebat. Longsor salju kerap terjadi di Afghanistan di setiap tahun. Jumlah kematian akibat longsor tahun ini tercatat sebagai yang terburuk di Afghanistan. Pada 2012 serangkaian longsor salju juga terjadi. Namun, hanya puluhan orang yang meninggal. Sementara pada 2010 sebanyak 165 orang meninggal dalam 20 peristiwa longsor salju.

Di Tajikistan sedikitnya lima orang meninggal akibat longsor pada Selasa (24/2). Sementara di Kyrgyzstan, seorang perempuan warga Rusia meninggal pada Rabu (25/2) saat sedang mendaki gunung di utara wilayah Issyk-Kul.

Muh shamil
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved