Presiden Ghana Nego Bantuan IMF

Jum'at, 27 Februari 2015 - 11:10 WIB
Presiden Ghana Nego...
Presiden Ghana Nego Bantuan IMF
A A A
ACCRA - Presiden Ghana John Mahama berharap menuai hasil positif ketika bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai paket bantuan keuangan untuk tiga tahun ke depan.

Paket tersebut akan membantu memulihkan perekonomian Ghana yang merosot beberapa tahun terakhir. Mahama menginginkan hasil negosiasi dapat diumumkan dalam waktu dekat sehingga bisa kembali memulihkan kepercayaan investor di Ghana yang mulai luntur.

Mahama mengatakan, paket bantuan senilai USD1 miliar atau sekitar Rp12,8 triliun akan memicu demokrasi lebih stabil dan dapat menyuplai bantuan untuk para pengusaha minyak, emas, dan cokelat yang mengalami defisit anggaran hampir 12% pada 2013. Sejak 2013 pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) melambat dari 8% pada 2013 menjadi 3,9% pada 2015.

Pemerintah berharap kesepakatan dengan IMF dapat memilihkan ekonomi Ghana sebelum pemilihan umum 2016. “Saya berharap bisa mengumumkan hasil positif dari diskusi dengan IMF,” kata Mahama dalam pidato tahunannya kemarin, dilansir Channel News Asia. John Dramani Mahaman menjabat sebagai presiden Ghana sejak 2012. Dia seorang sejarawan, penulis, sekaligus politikus.

Presiden berusia 56 tahun ini anggota kelompok etnis Gonja dan menjadi etnis Gonja pertama yang menjadi anggota parlemen Konstitusi Barat Gonja dan komisaris regional wilayah utara. Ia menempuh pendidikan awal di Achimota, kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Ghana Tamale. Sementara ijazah pascasarjananya didapat dalam bidang studi komunikasi pada 1987.

Dia juga pernah belajar di Institut Ilmu Sosial Moskow dan meraih gelar pascasarjananya di sana pada bidang psikologi sosial pada 1988. Mahama pertama kali terpilih menjadi anggota Parlemen Ghanadalampemilu1996. Pada1997 dia diangkat menjadi wakil menteri perhubungan.

Dia terpilih menjadi wakil presiden pada 2009 mendampingi John Atta Mills. Mahama diangkat menjadi presiden sejak 2012 menggantikan Mills yang meninggal dunia pada Juli 2012.

Rini agustina
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved