Komisi Yudisial Keluhkan Eksekusi Hakim Nakal

Senin, 23 Februari 2015 - 10:45 WIB
Komisi Yudisial Keluhkan...
Komisi Yudisial Keluhkan Eksekusi Hakim Nakal
A A A
JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) mengeluhkan eksekusi atas rekomendasi sanksi pelanggaran etik yang dijatuhkan kepada hakim dalam rapat pleno.

KY menemukan ada sejumlah rekomendasi sanksi yang tidak dijalankan Mahkamah Agung (MA). Komisioner KY Bidang Rekrutmen Hakim Taufiqurrahman Syahuri mengaku ada beberapa rekomendasi KY yang tidak ditindaklanjuti dengan eksekusi oleh MA. Padahal, jika merujuk Undang- Undang (UU) KY, rekomendasi yang diajukan berlaku otomatis apabila dalam waktu 60 hari MA tidak mengeksekusi.

“MA seharusnya menjatuhkan putusan paling lama 60 hari setelah KY mengusulkan penjatuhan sanksi. Kalautidak, itumenyalahi UU KY Pasal 22D ayat (3) dan memang ada beberapa putusan yang belum dilaksanakan MA. Ini memang ada masalah,” ungkap Taufiq di Jakarta kemarin.

Dalam Pasal 22D ayat (3) UU KY disebutkan bahwa MA menjatuhkan sanksi terhadap hakim yang melakukan pelanggaran kode etik yang diusulkan KY dalam waktu paling lama 60 hari terhitung sejak tanggal usulan diterima. Karena itu seharusnya MA mengeksekusi rekomendasi sanksi yang diberikan KY. Namun memang bisa saja MA tidak mengeksekusi rekomendasi sanksi yang dijatuhkan KY apabila terdapat perbedaan pandangan.

Apabila itu terjadi, menurut Taufiq, harus ada pemeriksaan bersama antara MA dan KY sesuai dengan Pasal 22E ayat (2) UU KY. Namun, jika dalam pemeriksaan bersama tidak ditemukan titik tengah, rekomendasi sanksi KY tetap berlaku. Apalagi tidak ada kewenangan untuk menganulir rekomendasi sanksi KY.

“Jadi, kalau tidak dilaksanakan dalam 60 hari, secara administratif putusan KY berlaku tanpa ada pertentangan dari MA. Tapi, saya heran putusan KY itu kan final, kalau ada perbedaan ya kita periksa bersama, jangan pendapat sendiri paling benar,” ujarnya. Masalah yang akan timbul jika penegasan penjatuhan ini tidak diluruskan, lanjutnya, legalitas hakim saat mengadili dan memutus perkara akan dipertanyakan. Bahkan, bukan tidak mungkin, apabila pihak beperkara mengetahui aturan penjatuhan sanksi ini, akan dipermasalahkan putusannya.

“Misalnya dia memimpin sidang, padahal sedang dalam masa penjatuhan sanksi, berarti hakim yang dijatuhi sanksi itu ilegal dalam memutus. Ini perlu diperhatikan serius,” tandasnya. Sejauh ini, untuk mengomunikasikan permasalahan tersebut, KY akan menyurati MA agar segera mengeksekusi rekomendasi sanksi yang diberikan KY. Pakar hukum tata negara Universitas Padjadjaran Asep Warlan Yusuf menilai usulan atau rekomendasi yang diajukan KY kepada MA dalam UU kurang tegas.

Karena itu, MA kadang merasa tidak terikat dengan rekomendasi sanksi KY. Karena itu, menurutnya, harus ada penegasan dalam UU jika rekomendasi KY harus dijalankan MA. “Idealnya UU diubah. Rekomendasi itu harus mengikat dan dipertegas. Maksud saya, harus ada daya ikat dan paksa agar MA terikat dengan KY. Tapi, kadang memang rekomendasi itu seolah-olah tidak mengikat, padahal harusnya mengikat dan MA wajib melaksanakan,” ungkap Asep.

Nurul adriyana
(ars)
Berita Terkait
PBH Diharapkan Memiliki...
PBH Diharapkan Memiliki Peran Lebih dalam Mengedukasi Masyarakat di Bidang Hukum
Usai Dieksekusi Cambuk,...
Usai Dieksekusi Cambuk, Terpidana Pelanggar Syariat Islam Ini Tersungkur
Buka Mubes Gakum Kosgoro...
Buka Mubes Gakum Kosgoro 57, Agung Laksono Minta Hukum Tak Hanya Tajam ke Bawah Saja
Pembukaan Kantor Hukum...
Pembukaan Kantor Hukum Samara, Barita: Komjak RI Konsisten Jalankan Pegawasan Demi Tegaknya Keadilan
Apa Saja Jenis Tata...
Apa Saja Jenis Tata Hukum yang Ada di Indonesia? Berikut Penjabarannya
Pembagian Macam-Macam...
Pembagian Macam-Macam Hukum di Indonesia
Berita Terkini
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved