Pemondokan di Luar Markaziyah Bertambah
Senin, 23 Februari 2015 - 10:42 WIB
Pemondokan di Luar Markaziyah Bertambah
A
A
A
JAKARTA - Jumlah pemondokan jamaah haji Indonesia di Madinah yang berada di luar Markaziyah pada penyelenggaraan ibadah haji 2015 diperkirakan bertambah.
Hal itu terjadi lantaran adanya pembongkaran hotel-hotel di area Markaziyah sebagai dampak dari perluasan Masjid Nabawi. AreaMarkaziyahmerupakan ring 1 kompleks Masjid Nabawi dengan jarak terjauh mencapai 650 meter. Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil mengatakan, akhir musim haji 2014 telah terjadi pembongkaran besar-besaran terhadap 50 hotel di area Markaziyah.
Dalam waktu dekat, pemerintah Arab Saudi akan membongkar 26 hotel juga dalam rangka pembangunan Masjid Nabawi. “Bisa dibayangkan, berapa kapasitas tampung 76 hoteltersebutterhadapjamaah,” tandas Abdul Djamil kepada KORAN SINDO akhir pekan lalu.
Pembongkaran hotel itu otomatis berdampak pada kelangkaan jumlah pemondokan di area Markaziyah, sehingga mau tidak mau sebagian jamaah yang tidak tertampung di areal Markaziyah harus bersedia ditempatkan di luar Markaziyah. Kemenag, ujarnya, juga telah memiliki kebijakan baru soal pemondokan di Madinah. Parameter penempatan jamaah haji di Madinah kini bukan lagi berdasarkan pada Markaziyah seperti sebelumnya.
“Parameter kita sekarang jarak maksimal 1.500 meter dari Nabawi. Karena kalau parameternya Markaziyah maka tidak bisa mencukupi. Tapi kita tetap mengupayakan jamaah masih dalam Markaziyah,” terang Djamil.
Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin mengatakan, pemerintah ingin secepatnya BPIH ditetapkan. Dia pun berharap masa reses DPR tidak menghambat kerja tim Panja BPIH. Pasalnya, dalam pembahasan BPIH, tim panja butuh kerja ekstra dan persiapan yang maksimal.
Khoirul muzakki
Hal itu terjadi lantaran adanya pembongkaran hotel-hotel di area Markaziyah sebagai dampak dari perluasan Masjid Nabawi. AreaMarkaziyahmerupakan ring 1 kompleks Masjid Nabawi dengan jarak terjauh mencapai 650 meter. Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil mengatakan, akhir musim haji 2014 telah terjadi pembongkaran besar-besaran terhadap 50 hotel di area Markaziyah.
Dalam waktu dekat, pemerintah Arab Saudi akan membongkar 26 hotel juga dalam rangka pembangunan Masjid Nabawi. “Bisa dibayangkan, berapa kapasitas tampung 76 hoteltersebutterhadapjamaah,” tandas Abdul Djamil kepada KORAN SINDO akhir pekan lalu.
Pembongkaran hotel itu otomatis berdampak pada kelangkaan jumlah pemondokan di area Markaziyah, sehingga mau tidak mau sebagian jamaah yang tidak tertampung di areal Markaziyah harus bersedia ditempatkan di luar Markaziyah. Kemenag, ujarnya, juga telah memiliki kebijakan baru soal pemondokan di Madinah. Parameter penempatan jamaah haji di Madinah kini bukan lagi berdasarkan pada Markaziyah seperti sebelumnya.
“Parameter kita sekarang jarak maksimal 1.500 meter dari Nabawi. Karena kalau parameternya Markaziyah maka tidak bisa mencukupi. Tapi kita tetap mengupayakan jamaah masih dalam Markaziyah,” terang Djamil.
Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin mengatakan, pemerintah ingin secepatnya BPIH ditetapkan. Dia pun berharap masa reses DPR tidak menghambat kerja tim Panja BPIH. Pasalnya, dalam pembahasan BPIH, tim panja butuh kerja ekstra dan persiapan yang maksimal.
Khoirul muzakki
(ars)