Oni SOS Desak Muatan Lokal Bahasa Sunda di Sekolah

Senin, 23 Februari 2015 - 10:37 WIB
Oni SOS Desak Muatan...
Oni SOS Desak Muatan Lokal Bahasa Sunda di Sekolah
A A A
KUNINGAN - Anggota DPD RI Oni Suwarman atau yang akrab disapa Oni SOS mendesak seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat untuk kembali membuat kebijakan, terkait penerapan muatan lokal (mulok) bahasa Sunda di sekolah-sekolah.

Hal itu diungkapkan Oni saat menjadi pembicara Dialog Budaya Sunda dalam memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, di Open Space Gallery Linggarjati, kemarin. Menurut Oni, upaya itu sebagai salah satu cara untuk menggalakkan kembali bahasa Sunda di kalangan pelajar agar keberadaannya tidak punah.

“Saya prihatin dengan kondisi generasi sekarang yang cenderung minder menggunakan bahasa Sunda sebagai alat komunikasi dalam pergaulan sehari-hari. Karena itu, saya mendesak seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat membuat kebijakan mengatur seluruh sekolah kembali menerapkan mulok bahasa Sunda,” ujar Oni.

Selain menerapkan mulok bahasa Sunda di sekolah, upaya lain mempertahankan eksistensi bahasa Sunda sebagai bagian dari budaya Sunda adalah dengan menerapkan istilah Sunda dalam kehidupan seharihari. Contohnya adalah tulisantulisan yang banyak terpampang di pinggir jalan atau fasilitas umum agar diganti dengan bahasa Sunda. “Contohnya toilet, tidak ada salahnya jika diganti dengan jambanjamban atau rumah makan diganti dengan toko kejotoko kejo ,” ujar Oni dengan gaya lawakan khasnya, yang disambut tawa para hadirin.

Oni juga berharap partisipasi para ibu sebagai pintu gerbang pendidikan dalam keluarga untuk mengajarkan anak-anaknya bahasa Sunda. Diawali dengan berkomunikasi bahasa Sunda sehari-hari yang baik dan benar dalam keluarga, secara otomatis akan membentuk anak-anaknya terbiasa dengan bahasa Sunda.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Rana Suparman mengungkapkan, dalam upaya mempertahankan eksistensi bahasa Sunda di Kuningan sudah lahir perda tentang bahasa, sastra, dan aksara Sunda. Perda itu mengatur kewajiban penggunaan pengantar bahasa Sunda dalam penyelenggaraan pemerintahan setiap Jumat. Meski demikian, aturan itu belum optimal.

Mohamad taufik
(ars)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Minta Beras ke Kades,...
Minta Beras ke Kades, Warga Miskin di Bengkulu Dipolisikan
Sultan Mahmud Badaruddin...
Sultan Mahmud Badaruddin II, Harimau Palembang yang Menolak Tunduk hingga Diasingkan
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved