KMP-KIH Tetap Dukung Budi Gunawan

Minggu, 15 Februari 2015 - 09:04 WIB
KMP-KIH Tetap Dukung...
KMP-KIH Tetap Dukung Budi Gunawan
A A A
JAKARTA - Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tetap menginginkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai kapolri.

Baik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP) yangmerupakan motor KIH maupun Partai Gerindra yang menjadi motor KMP, menyatakandukungannya kepada Budi Gunawan. Politikus PDIP Dwi Ria Latifa mengatakan partainya tetap pada keputusan semula, yaitu mendukung Budi Gunawan sebagai kapolri. “Jika dari awal sudah A, biasanya selalu tegak lurus dengan pimpinan partai di atas. Kalau ada yang perlu dikritisi, ya kritisi.

Tapi kalau sudah ditetapkan, kita akan dukung itu,” tegas Latifa saat diskusi Polemik Sindo Trijaya Radio “Simalakama Jokowi” di Warung Daun, Cikini, Jakarta, kemarin. Latifa juga mengingatkan Presiden Jokowi yang merupakan kader PDIP agar membuat keputusan sesuai konstitusi dan UU. Karenaapabilakeputusan Presiden Jokowi tentang calon kapolri dengan melanggar konstitusi dan UU akan berdampak besar pada politik, hukum, dan tata negara.

Politikus Gerindra Martin Hutabarat mengatakan hingga saat ini partainya tetap mendukung Budi Gunawan sebagai kapolri sesuai dengan persetujuan yang telah diambil di DPR beberapa waktu lalu. “Calonnya kan masih tetap BG (Budi Gunawan),” kata Martin. Dia berharap ada ketegasan dari Presiden Jokowi untuk segera memutuskan apakah akan melantik Budi Gunawan atau tidak.

Karena Presiden Joko Widodo belum mengambil keputusan, Martin mengaku bukan hanya Komisi III DPR yang tersandera, bangsa Indonesia juga ikut tersandera. Sebelumnya Komisi III telah menyetujui pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai kapolri baru. Presiden yang telah memilih nama itu untuk diseleksi secara tunggal menunda pelantikan lantaran yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Komisi III DPR dari Partai Golkar Azis Syamsudin menegaskan, dukungan partainya kepada Budi Gunawan tidak berubah sampai dengan saat ini. “Kita tetap berpegangan pada hasil forum paripurna, tidak bergeser sedikit pun,” kata Azis saat dihubungi KORAN SINDO tadi malam. Menurut Azis, perubahan mengenai nama lain yang akan menggantikan Budi Gunawan baru bisa dilakukan apabila ada surat pengajuan kembali dari Presiden Jokowi.

Hingga saat ini, Komisi III menurut dia belummendapatkan konfirmasi akan hal itu. Sedangkan Partai Hanura melalui Sarifuddin Sudding mengatakan, berlarutnya langkah Presiden Jokowi dalam menunda pelantikan Budi Gunawan sebagai calon kapolri dinilai bukan lagi bagian hak prerogatif presiden. Presiden, sebagai penentu kebijakan, diminta melakukan kewajibannya dalam melantik Budi Gunawan sebagai kapolri.

Sesuai UU No 2 Tahun 2002 pasal 11, hak prerogatif sebatas mengajukan nama calon kapolri ke DPR. Melihat itu, Sarifuddin berasumsi, pelantikan kapolri tidak mutlak milik presiden karena ada campur tangan DPR sebagai pihak yang menyetujui. Artinya, lanjut Sarifuddin, bila sudah diajukan ke DPR maka hak prerogatif presiden telah hilang.

“Dengan kata lain, tanpa harus menunggu proses peradilan yang dijalan saat ini, Jokowi wajib melantik dia (Budi Gunawan),” papar Sarifuddin. Kemarin di Solo, Presiden Jokowi juga melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan parpol KIH. Presiden Jokowi mengakui dalam pertemuan tersebut juga membahas tentang pencalonan Budi Gunawan sebagai kapolri.

“Seperti halnya dengan setiap pertemuan, banyak isu yang dibahas dan salah satunya adalahmasalahBG(Budi Gunawan),” katanya saat tiba di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, kemarin. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi muktamar Surabaya Romahurmuziy yang ikut dalam pertemuan di rumah dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung tersebut mengatakan, pertemuan dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Hanura Wiranto.

Dian ramdhani/Yan yusuf/ant
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved