Kalau SBY Pernah Dicap Peragu, Lalu Bagaimana Jokowi?
Jum'at, 13 Februari 2015 - 07:47 WIB
Kalau SBY Pernah Dicap Peragu, Lalu Bagaimana Jokowi?
A
A
A
JAKARTA - Konflik yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) belum juga usai.
Saat ini KPK terancam lumpuh atau tidak berdaya. Saat ini seluruh komisionernya dibayang-bayangi persoalan hukum karena dilaporkan ke Mabes Polri atas dugaan melanggar hukum.
Namun, sebenarnya konflik KPK-Polri bukan kali pertama di negeri ini. Konflik yang melibatkan dua institusi itu pernah terjadi saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sebagai presiden, saat itu SBY banyak mendapatkan kritikan. Salah satunya menganggap SBY terlalu ragu-ragu dalam menuntaskan permasalahan KPK-Polri.
Pakar hukum tata negara dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf tidak menampik kesan peragu sempat dialamatkan kepada SBY saat menjadi presiden.
Padahal, kata dia, keraguan merupakan suatu hal yang wajar. "Justru rasa ragu itu menunjukkan bahwa seseorang sedang berpikir karena memiliki banyak pertimbangan," kata Asep kepada Sindonews, Kamis 12 Februari 2015 malam.
Lalu bagaimana dengan kepemimpinan Jokowi dalam menyikapi konflik KPK-Polri? "Saya melihat Jokowi bukan peragu, tapi seperti tidak berdaya," kata Asep
Semestinya sebagai seorang presiden, kata Asep, Jokowi bisa sepenuhnya melepaskan diri dari tekanan partainya yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Apalagi, kata dia, saat ini masyarakat sedang menunggu ketegasan Jokowi sebagai seorang presiden dalam menyelesaikan kisruh KPK-Polri, termasuk menyangkut pengisian jabatan Kapolri.
Asep menduga Jokowi sedang menunggu hasil sidang praperadilan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk memutuskan soal pencalonan Kapolri.
"Jokowi diharapkan bisa menunjukkan ketegasannya sebagai presiden," ujar Asep.
Saat ini KPK terancam lumpuh atau tidak berdaya. Saat ini seluruh komisionernya dibayang-bayangi persoalan hukum karena dilaporkan ke Mabes Polri atas dugaan melanggar hukum.
Namun, sebenarnya konflik KPK-Polri bukan kali pertama di negeri ini. Konflik yang melibatkan dua institusi itu pernah terjadi saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sebagai presiden, saat itu SBY banyak mendapatkan kritikan. Salah satunya menganggap SBY terlalu ragu-ragu dalam menuntaskan permasalahan KPK-Polri.
Pakar hukum tata negara dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf tidak menampik kesan peragu sempat dialamatkan kepada SBY saat menjadi presiden.
Padahal, kata dia, keraguan merupakan suatu hal yang wajar. "Justru rasa ragu itu menunjukkan bahwa seseorang sedang berpikir karena memiliki banyak pertimbangan," kata Asep kepada Sindonews, Kamis 12 Februari 2015 malam.
Lalu bagaimana dengan kepemimpinan Jokowi dalam menyikapi konflik KPK-Polri? "Saya melihat Jokowi bukan peragu, tapi seperti tidak berdaya," kata Asep
Semestinya sebagai seorang presiden, kata Asep, Jokowi bisa sepenuhnya melepaskan diri dari tekanan partainya yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Apalagi, kata dia, saat ini masyarakat sedang menunggu ketegasan Jokowi sebagai seorang presiden dalam menyelesaikan kisruh KPK-Polri, termasuk menyangkut pengisian jabatan Kapolri.
Asep menduga Jokowi sedang menunggu hasil sidang praperadilan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk memutuskan soal pencalonan Kapolri.
"Jokowi diharapkan bisa menunjukkan ketegasannya sebagai presiden," ujar Asep.
(dam)