Konflik Melebar ke Teror, Jokowi Dituntut Cepat Bertindak

Jum'at, 13 Februari 2015 - 05:08 WIB
Konflik Melebar ke Teror,...
Konflik Melebar ke Teror, Jokowi Dituntut Cepat Bertindak
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk menepati janjinya menuntaskan persoalan terkait pelantikan Kapolri dan konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri pada minggu ini.

Direktur Eksekutif PolcoMM Institute Heri Budianto menilai keputusan Jokowi sangat penting karena menyangkut nasib institusi Polri dan KPK. Apalagi sampai saat ini isu konflik melebar hingga ke isu teror yang justru berpotensi memperuncing konflik.

"Tak dapat disangkal bahwa polemik ini bukan perkara mudah, namun Jokowi harus dengan bijak mengambil keputusan tepat," kata Heri, Kamis 12 Februari 2015.

Melihat situasi politik saat ini, lanjut Heri, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Jokowi. Pertama, Jokowi dalam mengambil keputusan harus mengikuti prosedur ketatanegaraan atau sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Misalnya jika Presiden tetap melantik BG (calon Kapolri Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan) maka harus didukung dengan aturan main. Begitupun jika tidak melantik maka harus sesuai dengan koridor hukum," tuturnya.

Kedua, harus cermat membaca situasi politik. Misalnya jika tidak melantik maka presiden akan berhadapan dengan DPR yang sudah menyetujui Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Dia yakin baik secara kelembagaan maupun personal, DPR akan mempertanyakan alasan Presiden jika memutuskan tidak melantik Budi Gunawan.

"Sebaliknya jika melantik, kemungkinan gelombang kritik elite tidak begitu besar, namun gelombang kritik publik akan sangat besar," tukasnya.

Ketiga, kata dia, langkah terbaik Jokowi saat ini membuka komunikasi politik sebanyak mungkin dengan semua elemen antara lain Polri, KPK, Tim Independen, Wantimpres, menteri terkait, dan koalisi partai pendukung.

Menurut dia, komunikasi penting agar Presiden mendapatkan input sebanyak mungkin dan seseimbang mungkin. "Memang berat, sebab bisa jadi akan banyak masukan yang pro dan kontra," ujarnya.
(dam)
Berita Terkait
Profil Aryanto Sutadi,...
Profil Aryanto Sutadi, Purnawirawan Polri yang Sempat Maju Capim KPK
Polri Rekomendasikan...
Polri Rekomendasikan 4 Pati Seleksi Capim dan Dewas KPK
Pernyataan Lengkap Brigjen...
Pernyataan Lengkap Brigjen Endar Priantoro Usai Dicopot dari Direktur Penyelidikan KPK
Polri Siapkan Posisi...
Polri Siapkan Posisi untuk 57 Mantan Pegawai KPK
Firli Bahuri Lantik...
Firli Bahuri Lantik 2 Deputi KPK, Salah Satunya Jenderal Polisi
9 Kapolda Setahun Lebih...
9 Kapolda Setahun Lebih Menjabat, Ada Eks Deputi Penindakan KPK hingga Mantan Ajudan Jokowi
Berita Terkini
Roy Suryo: Praperadilan...
Roy Suryo: Praperadilan Jilid 3 Bukan untuk Cari Duit
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
MUI Soroti Penangkapan...
MUI Soroti Penangkapan Ulama Palestina Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, Pertanyakan Verifikasi Tuduhan Terorisme
Prabowo Tunjuk Asep...
Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jabat Jampidsus
Dilantik Prabowo Jadi...
Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved