Mantan Panglima TNI Minta Penjelasan KPK Soal Ancaman
Kamis, 12 Februari 2015 - 16:19 WIB
Mantan Panglima TNI Minta Penjelasan KPK Soal Ancaman
A
A
A
JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto mengungkapkan, dirinya akan meminta penjelasan dari pihak KPK terkait beberapa ancaman yang dilayangkan kepada penyidik, pejabat struktural dan pegawai dari KPK.
Kendati demikian, Endriartono mengaku belum dapat memutuskan langkah yang akan dilakukan oleh pihaknya untuk menanggapi hal tersebut.
"Saya bicara dulu, mencari data dulu yang sebagus-bagusnya. Intinya saya inginkan adalah permasalahan ini agar bisa selesai dengan bagus," ujar Endriartono di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2015).
Dia belum bisa menyimpulkan apakah pihak TNI atau tentara akan membantu KPK dalam mengatasi ancaman yang dilayangkan kepada pihak KPK.
"Saya belum bisa mengambil kesimpulan, karena saya ingin mendapatkan penjelasan yang lebih," tegasnya.
Namun ungkap dia, jika ancaman yang dilayangkan kepada pihak KPK itu benar, maka menurutnya hal ini harus ditanggapi dengan serius. Karena KPK kata Endriartono, adalah lembaga negara yang dibutuhkan masyarakat untuk pemberantasan korupsi.
"Kalau orang-orang di dalamnya diteror ini benar, maka menurut saya harus bisa segera diselesaikan. Tidak mungkin dibiarkan begitu saja. Kalau ini dibiarkan, maka mereka di sini dalam keadaan yang gelisah," tandasnya.
Perseteruan antara KPK dan Polri terus memanas. Hal itu mengemuka usai Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkan bahwa pihak KPK telah mendapatkan ancaman-ancaman.
Ancaman itu kata Bambang, dimulai dari panggilan-panggilan terhadap struktural KPK diduga oleh Bareskrim Mabes Pori yang tidak pada tempatnya.
"Pimpinan mengambil alih tanggung jawab itu dan sudah koordinasi dengna Wakapolri dan beliau mengatakan tidak tahu dan tidak sependapat dengan panggilan-panggilan itu," ujar Bambang dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Februari 2015.
Kemudian ungkap Bambang, ada pula ancaman dari pihak-pihak lain yang sampai pada membahayakan nyawa dan keluarga.
"Ancaman yang serius itu bukan hanya kepada staf dan karyawan KPK saja tapi juga melebar pada keluarga. Menurut kami stadium ancamannya sangat eskalatif karena bisa menyangkut nyawa," jelasnya.
Namun Plt Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti membantah jika pihak kepolisian yang melakukan pengancaman terhadap penyidik dan pegawai Biro Hukum KPK yang menangani perkara dugaan korupsi dan sidang praperadilan Komjen Pol Budi Gunawan.
"Tidak hanya ke KPK tapi, ke kita juga ada yang seperti itu, itu yang harus diwaspadai. Paling itu orang yang sengaja ingin mengadu domba. Saya sudah cek ke Kabareskrim kemarin, ternyata bukan dari anggota kita," ucapnya di Istana.
Kendati demikian, Endriartono mengaku belum dapat memutuskan langkah yang akan dilakukan oleh pihaknya untuk menanggapi hal tersebut.
"Saya bicara dulu, mencari data dulu yang sebagus-bagusnya. Intinya saya inginkan adalah permasalahan ini agar bisa selesai dengan bagus," ujar Endriartono di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2015).
Dia belum bisa menyimpulkan apakah pihak TNI atau tentara akan membantu KPK dalam mengatasi ancaman yang dilayangkan kepada pihak KPK.
"Saya belum bisa mengambil kesimpulan, karena saya ingin mendapatkan penjelasan yang lebih," tegasnya.
Namun ungkap dia, jika ancaman yang dilayangkan kepada pihak KPK itu benar, maka menurutnya hal ini harus ditanggapi dengan serius. Karena KPK kata Endriartono, adalah lembaga negara yang dibutuhkan masyarakat untuk pemberantasan korupsi.
"Kalau orang-orang di dalamnya diteror ini benar, maka menurut saya harus bisa segera diselesaikan. Tidak mungkin dibiarkan begitu saja. Kalau ini dibiarkan, maka mereka di sini dalam keadaan yang gelisah," tandasnya.
Perseteruan antara KPK dan Polri terus memanas. Hal itu mengemuka usai Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkan bahwa pihak KPK telah mendapatkan ancaman-ancaman.
Ancaman itu kata Bambang, dimulai dari panggilan-panggilan terhadap struktural KPK diduga oleh Bareskrim Mabes Pori yang tidak pada tempatnya.
"Pimpinan mengambil alih tanggung jawab itu dan sudah koordinasi dengna Wakapolri dan beliau mengatakan tidak tahu dan tidak sependapat dengan panggilan-panggilan itu," ujar Bambang dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Februari 2015.
Kemudian ungkap Bambang, ada pula ancaman dari pihak-pihak lain yang sampai pada membahayakan nyawa dan keluarga.
"Ancaman yang serius itu bukan hanya kepada staf dan karyawan KPK saja tapi juga melebar pada keluarga. Menurut kami stadium ancamannya sangat eskalatif karena bisa menyangkut nyawa," jelasnya.
Namun Plt Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti membantah jika pihak kepolisian yang melakukan pengancaman terhadap penyidik dan pegawai Biro Hukum KPK yang menangani perkara dugaan korupsi dan sidang praperadilan Komjen Pol Budi Gunawan.
"Tidak hanya ke KPK tapi, ke kita juga ada yang seperti itu, itu yang harus diwaspadai. Paling itu orang yang sengaja ingin mengadu domba. Saya sudah cek ke Kabareskrim kemarin, ternyata bukan dari anggota kita," ucapnya di Istana.
(maf)