Jokowi Bunuh Diri Politik Jika Pisah dari Megawati dan PDIP

Kamis, 12 Februari 2015 - 03:01 WIB
Jokowi Bunuh Diri Politik...
Jokowi Bunuh Diri Politik Jika Pisah dari Megawati dan PDIP
A A A
JAKARTA - Belum selesainya konflik KPK vs Polri membuat dorongan Presiden Jokowi memisahkan diri dari Megawati dan PDI Perjuangan makin menguat. ‎Namun, Presiden Jokowi diharapkan untuk tidak goyah atas munculnya dorongan-dorongan itu.

Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Haryadi menganalisa dorongan untuk berpisah dengan partai yang mengusung Jokowi itu berasal dari figur atau faksi kelompok relawan pendukung Jokowi yang karakternya memang anti-partai. Dalam khayalan kelompok tersebut kalau pun nanti partai diperlukan, lanjut dia, maka akan dibentuk partai baru yang anasir utamanya adalah kelompok itu.

"Jika langkah itu (memisahkan diri) diambil Presiden Jokowi, mungkin saja Megawati dan PDI-Perjuangan akan sedikit merugi. Tapi tetap akan eksis sebagai kekuatan politik besar. Karena pondasi Megawati dan PDI Perjuangan sudah kokoh. Sementara bagi Presiden Jokowi niscaya akan merupakan bunuh diri politik dan konyol," ujar Haryadi kepada wartawan di Jakarta, Rabu 11 Februari kemarin.

Sebab, menurut Haryadi, anti-partai berarti menentang semangat konstitusi yang mengharuskan pengembangan demokrasi Indonesia berpilar partai. Sehingga, Presiden Jokowi akan kehilangan basis kekuatan di parlemen.

Mungkin saja ada partai lain yang siap mendukung Jokowi di parlemen, tapi kepentingannya semu dan sesaat. Secara demikian, pasti kinerja kekuasaan pemerintahan tidak akan efektif.
"Pada saat yang sama memisahkan diri dari Megawati, maka Presiden Jokowi akan kehilangan patron ideologi nasionalisme-kewargaan. Juga, Presiden Jokowi akan mudah dicap sebagai penghianat politik," jelasnya.

Haryadi mengatakan, ‎yang diperlukan Presiden Jokowi sekarang justru adalah menguatkan kembali jalinan komunikasi dan ikatan politiknya pada Megawati dan PDI-Perjuangan. Kecuali jika memang Presiden Jokowi ingin bunuh diri secara politik.
(whb)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved