Molor, Sistem Rekrutmen CPNS Dipertanyakan

Rabu, 11 Februari 2015 - 12:39 WIB
Molor, Sistem Rekrutmen...
Molor, Sistem Rekrutmen CPNS Dipertanyakan
A A A
JAKARTA - Sejumlah kementerian dan daerah hingga kini masih belum mengumumkan hasil seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Keterlambatan tersebut mengundang pertanyaan terkait efektivitas sistem rekrutmen yang digunakan. “Mestinya dengan sistem computer assisted test (CAT ) jadi lebih cepat. Tapi mengapa ada yang masih belum umumkan? Ini mengundang kecurigaan,” kata pakar administrasi publik dari Universitas Padjadjaran, Ira Irawati, saat dihubungi di Jakarta kemarin.

Ira mengatakan, dengan menggunakan sistem CAT hasil seleksi dapat diketahui saat itu juga. Peserta sebenarnya tinggal mencocokkan jumlah formasi dengan nilai yang diperoleh. “Saya kira dengan menggunakan program harusnya tidak sepanjang ini. Kita kan jadi bertanya-tanya. Apalagiiniuntuk tingkat pusat seperti Kementerian Pendidikan belum juga mengumumkan. Hingga kini belum ada kejelasan penerimaan dosen-dosen,” ujarnya.

Sistem CAT yang berbasis internet seharusnya lebih cepat dan akuntabel dalam pelayanannya. Namun, jika dengan sistem yang baru tetap saja terlambat, dia menilai tidak ada bedanya dengan sistem terdahulu. “Kalau e-government masih sama saja dengan manual, berarti gagal e-government itu,” katanya.

Lebih lanjut Ira juga mengkritik buruknya manajemen waktu panitia seleksi (pansel) CPNS. Dia menilai banyaknya daerah yang hingga kini masih belum mengambil hasil karena banyaknya daerah yang belum melakukan tes kompetensi bidang (TKB). “Saya kira permasalahan TKB belum dilaksanakan. Mereka seharusnya menggunakan tes kemampuan dasar (TKD) dan TKB. Tapi TKD-nya kan pengumumannya mepet ke akhir tahun, 7 Desember,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR Mustafa Kamal mengaku belum menerima penjelasan dari Menpan-RB terkait keterlambatan beberapa instansi dalam mengumumkan seleksi CPNS. Dia mengaku kecewa adanya keterlambatan tersebut. “Kita kecewa karena beberapa kali rapat tidak ada penjelasan tentang keterlambatan ini,” katanya.

Menurut dia, pemerintah telah mendorong adanya transparansi dalam pelayanan publik tapi di saat yang sama Kemenpan sendiri tidak jelas kinerjanya. “Kita seharusnya mendapat penjelasan. Beberapa kali rapat belum dengar soal ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menengarai ada oknum pejabat yang mencoba bermain sehingga pengumuman CPNS di beberapa daerah terlambat. Padahal, semestinya sudah diumumkan beberapa hari lalu.

“Ada satu kementerian yang sudah ada siapa yang lulus dan tidak. Namun tetap tidak diumumkan karena anak dari pejabat berwenang tidak lulus. Dia ngambek ke bagian kepegawaian,” kataMenpan-RBYuddy Chrisnandi.

Dita Angga
(ftr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved