Datangi KPK, Para Ibu Minta Perhatian Jokowi
Selasa, 10 Februari 2015 - 16:38 WIB
Datangi KPK, Para Ibu Minta Perhatian Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Suasana berbeda terlihat di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (10/2/2015) siang.
Di depan Gedung lembaga yang dipimpin Abraham Samad itu terlihat ramai oleh kaum ibu. Mereka tergabung dalam Gerakan Perempuan Indonesia Antikorupsi itu. Kedatangan para ibu tersebut untuk menyampaikan pendapatnya atas kisruh KPK dan Polri.
Ririn Sefsani, juru bicara para ibu mengungkapkan tujuan aksi tersebut untuk meminta perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Mereka berharap Jokowi mampu menunjukkan sikap tegas dalam pemberantasan korupsi. "Setiap hari saya lihat di televisi, para pejabat dan orang partai itu ditangkap karena korupsi. Mereka kan orang partai dan wakil rakyat, kok tidak malu korupsi begitu," ujar Ririn.
Para ibu-ibu yang mengaku dari berbagai usia, suku, agama dan latar belakang pendidikan itu juga membentangkan poster sambil meneriakan yel yel.
Dalam aksinya, para ibu mengungkapkan sembilan pernyataan desakan kepada Jokowi.
Tidak hanya melalui aksi, pernyataan desakan itu juga disampaikan melalui surat kepada Jokowi.
Adapun sembilan desakan mereka kepada Presiden Jokowi yakni
1. Cukup, KPK dilemahkan.
2. Cukup, Pembusukan institusi hukum
3. Cukup, koruptor koruptor kebal.
4. Cukup, angkat pejabat korup.
5. Cukup, kongkalikong dan transaksi politik kotor.
6. Cukup, rekening Gendut
7. Cukup, foya-foya dengan uang rakyat.
8. Cukup, wariskan budaya korupsi dan
9. Cukup, pembiaran perampasan sumber daya alam.
Jika Presiden Jokowi tidak melaksanakan sembilan desakan tersebut, kata dia, para ibu akan kembali melakukan aksi dengan jumlah lebih banyak.
"Sampai Bapak Presiden Jokowi melaksanakan perintah kami selaku kaum perempuan yang menggunakan hak pilih untuk memilihnya sebagai Presiden," tandasnya.
Di depan Gedung lembaga yang dipimpin Abraham Samad itu terlihat ramai oleh kaum ibu. Mereka tergabung dalam Gerakan Perempuan Indonesia Antikorupsi itu. Kedatangan para ibu tersebut untuk menyampaikan pendapatnya atas kisruh KPK dan Polri.
Ririn Sefsani, juru bicara para ibu mengungkapkan tujuan aksi tersebut untuk meminta perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Mereka berharap Jokowi mampu menunjukkan sikap tegas dalam pemberantasan korupsi. "Setiap hari saya lihat di televisi, para pejabat dan orang partai itu ditangkap karena korupsi. Mereka kan orang partai dan wakil rakyat, kok tidak malu korupsi begitu," ujar Ririn.
Para ibu-ibu yang mengaku dari berbagai usia, suku, agama dan latar belakang pendidikan itu juga membentangkan poster sambil meneriakan yel yel.
Dalam aksinya, para ibu mengungkapkan sembilan pernyataan desakan kepada Jokowi.
Tidak hanya melalui aksi, pernyataan desakan itu juga disampaikan melalui surat kepada Jokowi.
Adapun sembilan desakan mereka kepada Presiden Jokowi yakni
1. Cukup, KPK dilemahkan.
2. Cukup, Pembusukan institusi hukum
3. Cukup, koruptor koruptor kebal.
4. Cukup, angkat pejabat korup.
5. Cukup, kongkalikong dan transaksi politik kotor.
6. Cukup, rekening Gendut
7. Cukup, foya-foya dengan uang rakyat.
8. Cukup, wariskan budaya korupsi dan
9. Cukup, pembiaran perampasan sumber daya alam.
Jika Presiden Jokowi tidak melaksanakan sembilan desakan tersebut, kata dia, para ibu akan kembali melakukan aksi dengan jumlah lebih banyak.
"Sampai Bapak Presiden Jokowi melaksanakan perintah kami selaku kaum perempuan yang menggunakan hak pilih untuk memilihnya sebagai Presiden," tandasnya.
(dam)