Mengubah Cara Berpikir

Selasa, 10 Februari 2015 - 09:45 WIB
Mengubah Cara Berpikir
Mengubah Cara Berpikir
A A A
Nur Diyahfitriani
Mahasiswi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Aktif di SKM Amanat, Aktivis HMI. UIN Walisongo Semarang


Menghadapi ASEAN Economic Community (AEC), sudah sepatutnya generasi muda mengubah cara berpikir untuk memanfaatkan AEC sebagai ladang uang.

Mereka harus pandai- pandai menangkap peluang menjadi seorang wirausahawan. Meskipun mereka masih mengenyam bangku pendidikan, itu bukanlah sebuah masalah, justru itu akan lebih baik bagi masa depannya. Sebagian mereka, yang masih mengenyam pendidikan, hanya berpikir bagaimana cara mencari pekerjaan setelah lulus.

Bukan, bagaimana menjadi wirausahawan sekaligus pencipta lapangan kerja bagi masyarakat. Inilah yang menjadi penyebab generasi muda menjadi tidak mandiri. Cara berpikir seperti itulah yang salah dan harus diubah, agar mereka menjadi generasi muda yang dapat di andalkan bagi perekonomian bangsa.

Para generasi muda hendaknya becermin ke negara tetangga, seperti China yang mempunyai warga sebagai wirausahawan sebesar 10%, Jepang 10%, Singapura 7%, Malaysia 5%, dan Amerika Serikat 12%. Menurut data Bank Indonesia, Indonesia hanya mempunyai 1,56% warga sebagai wirausahawan. Melihat data yang demikian, seharusnya para generasi muda termotivasi untuk menjadi wirausahawan di usia muda.

Karena apabila banyak generasi muda yang terjun ke sektor kewirausahaan, niscaya jumlah pengangguran dan kemiskinan akan berangsur-angsur berkurang dan dapat memajukan perekonomian di Indonesia. Dengan berwirausaha, berarti generasi muda membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Selain itu, para generasi muda akan menjadi generasi yang mandiri dan tidak mengandalkan orang tua, karena telah menghasilkan uang sendiri melalui usaha-usaha yang di rintisnya.

Bagi sebagian mereka yang sudah terjun di dunia usaha, ketika mengalami kegagalan, mereka akan merasa kecewa dan merasa dirinya tidak mampu berwirausaha. Inilah masalah yang harus diakhiri. Untuk memulai menjadi wirausahawan muda, para generasi muda harus mempunyai kemauan yang kuat, keberanian mengambil risiko, dan kesiapan mental untuk meninggalkan “zona nyaman” menuju zona ketidakpastian.

Yang merupakan syarat tantangan dan peluang untuk menjadi wirausahawan sejati. Sukses dan mapan di usia muda sudahlah pasti. Selain itu, perlu adanya dukungan dari pemerintah, yakni memberikan sosialisasi kewirausahaan untuk pembekalan kepada entrepreneur-entrepreneur muda. Waallahu alamu bi Al-Shawab.
(ars)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Dokter Icha Akhiri Hidup...
Dokter Icha Akhiri Hidup usai Diduga Diintimidasi Legislator Daerah, Puan: Penyelidikan Harus Tuntas
Soroti Kejanggalan,...
Soroti Kejanggalan, Tim Hukum MNC Asia Surati KY dan MA untuk Awasi Sidang Banding Perkara CMNP
Jokowi Lakukan Safari...
Jokowi Lakukan Safari Politik, Puan: Alangkah Baiknya Jaga Situasi Tetap Kondusif
Divonis 10 Tahun Penjara,...
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Ajukan Banding
Polda Metro Bakal Limpahkan...
Polda Metro Bakal Limpahkan Kurnia Tri Royani, Rustam Effendi, dan Rizal Fadillah ke Kejati DKI
Nasaruddin Umar Usul...
Nasaruddin Umar Usul 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Diangkat ASN
Infografis
5 Cara Cepat Menemukan...
5 Cara Cepat Menemukan Lokasi Terdekat dengan Google Maps
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved