Ekonomi Syariah dan MEA

Kamis, 05 Februari 2015 - 10:34 WIB
Ekonomi Syariah dan...
Ekonomi Syariah dan MEA
A A A
Dewasa ini Indonesia sedang sibuk dengan persiapan dan strategi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang menjadi tantangan besar bagi perekonomian Indonesia.

Di lain sisi, Indonesia juga sedang diwarnai oleh perekonomian baru yaitu ekonomi syariah yang bukan hanya ada di Indonesia, melainkan juga sudah menyentuh beberapa negara. Bank syariah terbesar di Indonesia saat ini baru mampu membukukan aset sekitar USD5,5 miliar, sehingga belum ada yang masuk ke dalam jajaran 25 bank syariah dengan aset terbesar di dunia.

Sementara itu, tiga bank syariah Malaysia mampu masuk dalam daftar tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa skala ekonomi bank syariah Indonesia masih kalah dengan bank syariah Malaysia yang akan menjadi kompetitor utama. Belum tercapainya skala ekonomi tersebut membuat operasional bank syariah di Indonesia kalah efisien, terlebih sebagian besar bank syariah di Indonesia masih dalam tahap ekspansi.

Selain itu, badan usaha milik pemerintah (BUMN) sendiri belum mempunyai lembaga keuangan syariah. Dalam situasi yang genting saat ini, tidak tepat ketika hanya takut dengan ketertinggalan. Rendahnya peringkat daya saing nasional dan terbatasnya skala ekonomi bank syariah tersebut, tentu tidak menghalangi potensi perekonomian nasional yang kita miliki yang dapat menopang perkembangan ekonomi syariah.

Jumlah penduduk muslim yang besar menjadi potensi nasabah industri keuangan syariah. Selain itu, ada prospek ekonomi yang cerah tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi (kisaran 6,0-6,5%) diwujudkan oleh fundamental ekonomi yang solid akan meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di sektor keuangan, termasuk industri keuangan syariah. Kelebihan tersebut ditambah lagi dengan melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

Belakangan ini mindset positif masyarakat terhadap syariah kian menguat dan akan meningkatkan market share perbankan syariah. Indonesia pun sudah mempunyai lembaga resmi, yaitu Dewan Syariah Nasional dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dapat membuat serta merekonsiliasi standar keuangan syariah sesuai dengan dasar-dasar yang kuat.

Keunggulan industri keuangan syariah ini sebenarnya tidak hanya perbankan. Berdasarkan data yang dirilis Global Islamic Finance Reports 2011, terjadi peningkatan persentase di beberapa sektor keuangan syariah Indonesia, di antaranya aset perbankan Islam, SDM perbankan Islam, sukuk negara, corporate sukuk, islamic mutual funds, dan asuransi syariah. Tercatat, Indonesia menduduki posisi keempat dalam percepatan pertumbuhan keuangan syariah global.

Indonesia berada di bawah Iran, Malaysia, dan Arab Saudi. Oleh sebab itu, industri perbankan syariah dan ekonomi syariah perlu dikembangkan oleh negara ini dalam rangka berpartisipasi dalam MEA. Pengembangan keuangan syariah di Indonesia yang lebih bersifat market driven dan dorongan bottom up dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga lebih bertumpu pada sektor riil juga menjadi keunggulan tersendiri.

Pendekatan ini akan meringankan beban pelaku usaha ekonomi syariah dan juga pemerintah serta menjanjikan hasil yang lebih mengena. Dengan demikian, kita semua berharap ekonomi syariah dapat mening-katkan daya saing Indonesia dalam partisipasinya di MEA 2015. ?

Rita Anggun Pertiwi
Mahasiswi Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Malang
(ftr)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Kejagung: Proyek Motor...
Kejagung: Proyek Motor Listrik BGN Rp1 Triliun Jatuh ke Vendor yang Tak Penuhi Syarat
Dadan Hindayana Tersangka...
Dadan Hindayana Tersangka Dugaan Korupsi MBG, PDIP Minta Pengawasan Diperketat
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Berkas Roy Suryo Cs...
Berkas Roy Suryo Cs P21, Polda Metro Diminta Segera Lakukan Pelimpahan Tahap Dua
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved