Demi Jaga Kredibilitas, KPK Didesak Bentuk Komite Etik
Senin, 02 Februari 2015 - 14:51 WIB
Demi Jaga Kredibilitas, KPK Didesak Bentuk Komite Etik
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi diminta membentuk komite etik untuk memeriksa Abraham Samad.
Komite etik dinilai penting untuk menyikapi berbagai kabar miring menyangkut Ketua KPK itu. Salah satunya, foto Samad yang diduga terkait dengan pertemuannya dengan elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). (Baca: Politikus PDIP Beber Foto Abraham Samad)
Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengatakan KPK tidak harus menunggu laporan masyarakat untuk membentuk komite etik.
"Saya kira kami di Komisi III mendorong KPK untuk menindaklanjuti, concern, suara-suara, isu, tuduhan dengan pembuktian komite etik," tutur Arsul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2015).
Dia yakin pengawas internal KPK segera melakukan langkah tersebut. Arsul menambahkan, pembentukan komite etik juga demi menjaga kredibilitas KPK atas sangkaan yang dialamatkan kepada Samad.
"Ini justru untuk membersihkan atau mengembalikan kredibiltas itu sendiri," kata Arsul.
Komite etik dinilai penting untuk menyikapi berbagai kabar miring menyangkut Ketua KPK itu. Salah satunya, foto Samad yang diduga terkait dengan pertemuannya dengan elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). (Baca: Politikus PDIP Beber Foto Abraham Samad)
Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengatakan KPK tidak harus menunggu laporan masyarakat untuk membentuk komite etik.
"Saya kira kami di Komisi III mendorong KPK untuk menindaklanjuti, concern, suara-suara, isu, tuduhan dengan pembuktian komite etik," tutur Arsul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2015).
Dia yakin pengawas internal KPK segera melakukan langkah tersebut. Arsul menambahkan, pembentukan komite etik juga demi menjaga kredibilitas KPK atas sangkaan yang dialamatkan kepada Samad.
"Ini justru untuk membersihkan atau mengembalikan kredibiltas itu sendiri," kata Arsul.
(dam)