PT JM Berencana Gugat ke Arbitrase

Jum'at, 30 Januari 2015 - 10:41 WIB
PT JM Berencana Gugat...
PT JM Berencana Gugat ke Arbitrase
A A A
JAKARTA - PT Jakarta Monorail (JM) berencana menggugat Pemprov DKI Jakarta ke Pengadilan Arbitrase di Paris, Prancis jika benar ada pemutusan kontrak kerja sama pembangunan monorel di Ibu Kota secara sepihak.

Direktur PT JM Sukmawati Syukur mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu surat resmi dari Pemprov DKI Jakarta terkait nasib proyek monorel. Untuk memberi jawaban mengenai kelanjutan proyek transportasi massal berbasis rel tersebut, pihaknya harus mengadakan rapat internal didampingi kuasa hukum. Namun, Sukmawati mengingatkan di dalam perjanjian kerja sama disebutkan bila dibatalkan, PT JM wajib menggugat ke Pengadilan Arbitrase di Paris, bukan ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).

“Itu sudah tertuang kok di dalam isi perjanjian. Kami sebagai pengusaha akan ikuti aturanmainPemprovDKIasalsemua aturan itu jelas, jangan bilang putus tanpa ada penjelasan ke PT JM. Jadi kami menunggu surat penjelasan tersebut,” katanya saat dihubungi kemarin. Sukmawati menjelaskan, dalam pembuatan desain depo di Waduk Setiabudi dan Tanah Abang, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta.

Begitu juga dengan bukti modal yang ditetapkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebesar1-5%. Dengandemikian, Sukmawati berpendapat, alasan pembatalan adalah PT JM tidak memenuhi dua syarat perjanjian tersebut tidak rasional. Menurutnya, PT JM mampu membuktikan berapa pun besaran modal asal dibarengi aturan yang berlaku.

Apabila Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendesak bukti modal 30%, dia diminta memberi tahu dulu aturannya. Sukmawati pun menampik PT JM dibilang tidak bekerja oleh Pemprov DKI Jakarta. Selama ini PT JM menunggu persetujuan adendum perjanjian yang memuat pembuatan depo dan rencana bisnis.

“Bagaimana mau dikerjakan konstruksinya, orang adendum perjanjian yang memuat persetujuan depo dan rencana bisnis belum disetujui DKI,” ucapnya. Sementara itu, Ahok menanggapi santai rencana PT JM. Dia mempersilakan PT JM menggugat Pemprov DKI Jakarta ke pengadilan mana pun.

“Biarin saja,” ujarnya. Corporate Secretary PT Adhi Karya Kiki Syahgalong mengaku belum mengetahui informasi penghentian pengerjaan monorel, apalagi masalah pembongkaran tiang monorel yang menjadi asetnya. Dia baru bisa berkomentar jika Pemprov DKI Jakarta sudah mengirimkan surat kepada PT Adhi Karya perihal pembongkaran tiangtiang tersebut.

“Kami tidak mau berandai-andai. Intinya aset tiang-tiang tersebut senilai Rp135 miliar sesuai hasil audit BPKP,” ungkapnya.

Bima setiyadi
(ars)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved