DPD Dukung Bahasa Indonesia Jadi Bahasa ASEAN

Rabu, 28 Januari 2015 - 11:54 WIB
DPD Dukung Bahasa Indonesia...
DPD Dukung Bahasa Indonesia Jadi Bahasa ASEAN
A A A
JAKARTA - Ketua dewan perwakilan daerah (DPD) Irman Gusman mendukung bahasa Indonesia atau bahasa Melayu menjadi bahasa internasional dan bahasa resmi ASEAN, mengingat jumlah penuturnya mencapai 400 juta orang.

Irman mengatakan, gagasan menjadikan bahasa Indonesia atau bahasa Melayu sebagai bahasa resmi ASEAN sangatlah logis, mengingat kawasan ini memerlukan bahasa komunikasi yang berasal dari bahasa milik sendiri. Pada pertemuan Kerja Sama Parlemen ASEAN di Kamboja pada September 2011, delegasi parlemen Indonesia secara resmi sudah mengusulkan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi resmi di antara negara-negara ASEAN.

“Meskipun belum semua parlemen negara anggota ASEAN menyetujui usulan tersebut, dukungan tampaknya sudah cukup besar,” ungkap Irman saat menghadiri “Gerakan Sosial Meningkatkan Budaya Membaca dan Peluang Bahasa Indonesia-Melayu Serumpun Menjadi Bahasa Internasional Ke-5 di Dunia” di Jakarta kemarin.

Irman menerangkan, dengan jumlah penutur bahasa Melayu yang berjumlah 400 juta orang atau 60% dari sekitar 650 juta total penduduk kawasan Asia Tenggara, maka peluang menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ASEAN sangat besar. Jumlah penutur ini hampir sama banyaknya dengan jumlah penutur bahasa Arab dan bahasa Rusia. Namun, lebih banyak dibandingkan jumlah penutur bahasa Prancis dan bahasa Jerman yang sudah menjadi bahasa internasional.

Urgensi memiliki bahasa pengantar sendiri di kawasan ini makin dirasakan keperluannya dengan terbentuknya dan diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) mulai tahun ini. Tidak hanya di ASEAN, bahkan Australia dewasa ini telah menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua setelah bahasa Inggris.

Jutaan penduduk Australia sekarang sudah bisa menggunakan bahasa Indonesia sebagai percakapan sehari-hari. Penasihat Sosial Budaya Kerajaan Malaysia Tan Sri Seri Utama Rais Yatim menyatakan, sebagai negara serumpun memang harus satu pendapat untuk memperkuat bahasa. Pasalnya, masyarakat Melayu pun saat ini lebih tahu bahasa Barat daripada bahasanya sendiri.

Rais menyatakan, dengan adanyafakta400jutapenuturbahasa Indonesia atau Melayu, memang berpotensi menjadikan kedua bahasa itu sebagai bahasa internasional. “Kita boleh beda pendapat dari segi politik dan penentuan kebijakan lain, namun soal bahasa dan budaya, kita harus bersatu,” tandasnya.

Neneng zubaidah
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved