Ekonomi Kreatif

Rabu, 28 Januari 2015 - 11:16 WIB
Ekonomi Kreatif
Ekonomi Kreatif
A A A
Ghoffar Albab Maarif
Mahasiswa Teknik Industri, Kepala Departemen PSDI MSI Ulul Ilmi Teknik Industri ITS. Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Ekonomi kreatif akan menjadi tren ekonomi dunia dalam beberapa tahun mendatang, termasuk Indonesia.

Hal ini sesuai dengan teori ekonomi kreatif yang dikemukakan Richard Florida, bahwa masyarakat dunia saat ini tengah memasuki transformasi besar dalam ekonomi, yaitu ekonomi kreatif. Oleh karena itu, kota, kabupaten, atau provinsi tidak cukup hanya mengandalkan insentif ekonomi bila ingin menarik investasi di wilayah mereka. Kota-kota harus lebih menumbuhkan “iklim orang-orang” daripada iklim bisnis (Florida, 2004).

Beragam kekayaan seni budaya dan kekayaan alam yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air, ditambah dengan jumlah penduduk yang sangat besar (sekitar 240 juta jiwa), merupakan fondasi yang sangat baik untuk pertumbuhan industri kreatif yang kukuh dan berkelanjutan. Meski terbilang masih kalah jauh dibandingkan negara-negara maju di Eropa, perkembangan dan kontribusi ekonomi kreatif Indonesia cukup menjanjikan.

Pendapatan ekonomi kreatif meningkat dua kali lipat dari Rp257 triliun pada 2006 menjadi Rp486 triliun pada 2010. Peningkatan ini memengaruhi pendapatan domestik bruto (PDB) dari 7,4% menjadi 7,7%. Sementara dari segi ekspor, ekonomi kreatif juga meningkat sebesar 54,12% dari USD85 miliar pada 2006 menjadi USD131 miliar pada 2010.

Dampak industri kreatif juga terlihat cukup signifikan terutama terhadap pengembangan bisnis usaha kecil menengah (UKM) di mana sebagian besar UKM di Indonesia bergerak di industri kreatif. Studi Departemen Perdagangan (2007) menyebutkan bahwa pada periode 2002-2006, industri kreatif mampu menyerap tenaga kerja rata-rata sebesar 5,4 juta pekerja, dengan produktivitas mencapai Rp19,5 juta per pekerja per tahun.

Nominal ini lebih tinggi dari rata-rata nilai produktivitas nasional yang mencapai kurang dari Rp18 juta. Selain berkontribusi sangat signifikan secara ekonomi, ekonomi berbasis ide kreatif ini juga dianggap tidak terlalu bergantung pada sumber daya alam tak terbarukan sehingga bisa dikatakan sebagai industri yang ramah lingkungan.

Ekonomi kreatif menjadi tantangan sekaligus peluang mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menggerakkan sektor riil. Ekonomi kreatif dapat mendorong Indonesia menjadi salah satu negara maju anggota G-7 di tahun 2040.

Tak hanya itu, jika peluang itu dimanfaatkan, Indonesia dapat menjadi salah satu negara terdepan dalam ICT (information and communication technologies ) dan ekonomi kreatif di Asia dalam lima tahun ke depan.
(ars)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Balada Silmy Karim,...
Balada Silmy Karim, dari Pindad, Krakatau Steel, Dirjen Imigrasi, Wamen Imipas, dan Pakai Rompi KPK
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved