Demokrat Minta Revisi Tak Perpendek Tahapan Pilkada

Selasa, 27 Januari 2015 - 01:32 WIB
Demokrat Minta Revisi...
Demokrat Minta Revisi Tak Perpendek Tahapan Pilkada
A A A
JAKARTA - Fraksi Partai Demokrat meminta agar dalam revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) atas Perppu no 1/2014 tidak menganggu apalagi sampai memperpendek tahapan pilkada serentak 2015.

"Dalam pembahasan, jangan sampai mengganggu atau mempersingkat dari tahapan pilkada 2015. Amanah perppu yang sudah menjadi UU. Dan pilkada serentak tahap pertama harus silaksanakan 2015," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Hermanto kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2015).

Agus menegaskan, Demokrat mempersilakan untuk merevisi UU Pilkada tersebut, asalkan revisi tersebut tidak mengubah atau mempersingkat tahapan-tahapan pilkada. Karena, tahapannya sebentar lagi dan tahun 2015 sudah harus melaksanakan pemungutan suara.

"Demokrat dengan perppu ini sudah bisa mewadahi dari keinginan-keinginan kita dengan pilkada langsung dan dengan sepuluh perbaikan. Dan ini sudah cukup," tegasnya.

Menurut Agus, melihat beberapa usulan dari fraksi, ada diantara salah satu usulannya pilkada serentak dilakukan tahun 2016. Tapi, merujuk perppu tidak ada aturan yang menyatakan bahwa pilkada serentak bisa di 2016.

"Bagi kami kalau mengubah itu silahkan aja tapi dibicarakan secara cepat maraton, dan menghasilkan," jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya menegaskan bahwa pelaksanaan pemungutan suara pilkada serentak harus dilaksanakan di 2015. Menurut dia, bisa dibayangkan bahwa pilkada di 2015 merupakan carry over dari pilkada di tahun sebelumnya, dan kalau sampai pilkada dimundurkan maka tahapan selanjutnya bisa terganggu.

"Jadi, kalau mau diubah jangan sampai ganggu tahapan pilkada di 2015," tutupnya.
(ysw)
Berita Terkait
Perludem Sebut Kerangka...
Perludem Sebut Kerangka Hukum Pilkada 2024 Potensi Bermasalah
PKB Tolak Revisi UU...
PKB Tolak Revisi UU Pilkada karena Belum Dijalankan 100 Persen
Pernah Ngotot Gelar...
Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Demonstrasi Tolak Revisi...
Demonstrasi Tolak Revisi UU Pilkada di Malang Ricuh, 2 Polisi dan 3 Jurnalis Terluka
DPR Bakal Sahkan Revisi...
DPR Bakal Sahkan Revisi UU Pilkada Jadi UU Hari Ini
Aksi Ratusan Mahasiswa...
Aksi Ratusan Mahasiswa Tolak Revisi UU Pilkada di Palembang
Berita Terkini
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved